PT Moya Klarifikasi Ke DPRD Terkait Lonjakan Tagihan Air di Kota Batam

0
45

KEPRI, (media24jam.com) – Komisi II DPRD kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pengelolaan dan perhitungan Tarif air di kota Batam yang ditangani PT Moya Indonesia Batam. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Edward Brando, Senin, (11 Januari 2021).

RDP ini merupakan respon keluhan masyarakat kota Batam yang mengalami lonjakan tagihan tarif air. Dimana jumlah tagihan tidak seperti pada bulan-bulan sebelumya, atau saat pengelolaan air di kota Batam ditangani oleh PT ATB.

Selain ketua dan anggota komisi II DPRD, dalam RDP ini turut dihadiri pihak yang paling berwenang dalam pengelolaan air bersih di kota Batam. Diantaranya, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) BP Batam (Binsar Tambunan), Direktur PT Moya Indonesia Area Batam (Sutedi Raharjo), General Manager Sumber Daya Air-Limbah dan Lingkungan BP Batam (Ibrahim Koto).

Dalam paparannya, PT Moya menjelaskan sebab terjadinya lonjakan tagihan tarif pelanggan. Yaitu akibat pencatatan dari operator sebelumnya (PT ATB-red), yang tidak akurat atau belum masuk ke system biling. Selain itu  bisa juga disebabkan oleh akumulasi tagihan pada bulan sebelumnya.  Akibatnya pemakaian air itu digabung pada bulan terakhirnya, maka pemberlakuaan tarifnya dihitung pemakaian besar, sedangkan untuk tarif dasar dipastikan tidak ada kenaikan.

PT Moya juga menjelaskan, pada kinerja transisi ini pihaknya sedang melakukan reformasi sistem keadministrasian. Dan terkait lonjakan tarif, pihaknya sedang melakukan investigasi, dan hasilnya nanti akan disampaikan kepada komisi II dalam RDP selanjutnya.

Jika ada kesalahan pencatatan dimasa peralihan kinerja (Transisi dari PT ATB ke PT Moya-red) yang menyebabkan lonjakan tagihan, pihak PT Moya akan mengembalikan sisa uang kepada konsumen yang merasa dirugikan. Atau sisa uang akan dimasukan ke dalam tagihan konsumen pada bulan selanjutnya.

”Kami dengan BP Batam akan menyelesaikan investigasi masalah ini dalam satu atau dua minggu. Hasilnya akan kami laporkan kembali kepada pimpinan rapat Komisi II tentang tindak lanjut dari yang tagihan melonjak ini,” tegas Direktur PT Moya Indonesia Area Batam, Sutedi Raharjo. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here