dampak penyebab inflasi

MEDAN, (media24jam.com) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Juni 2019 akan sebesar 0,53 persen secara bulanan. Angka ini lebih rendah dari realisasi inflasi bulan lalu yang mencapai 0,68 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ramalan itu berdasarkan survei yang dilakukan pada bulan ini. Sementara itu, hasil survei inflasi Juni secara tahunan sebesar 3,26 persen.
“Penyumbangnya masih hampir sama kan ini di bulan Juni minggu satu minggu dua ada banyak berkaitan dengan Idul Fitri ya,” ucap Perry, Jumat (21/6/2019).

Ia menyebutkan beberapa hal yang mempengaruhi inflasi, antara lain komoditas cabai merah, daging ayam, dan beberapa bahan makanan lain. Selain itu, tarif angkutan antar kota juga diperkirakan menyumbang inflasi bulan ini.

Indikator inflasi Juni diramalkan serupa dengan bulan lalu. Hanya saja, harga bawang putih yang turun akan memberikan sentimen positif sehingga besaran inflasi sedikit lebih rendah dari Mei 2019.

“Jadi menurut pemantauan inflasi turun,” jelas Perry.
Sekadar mengingatkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menuturkan tingginya inflasi pada Mei karena kenaikan harga periode Ramadan dan Lebaran pada tahun ini terpusat di bulan tersebut.

Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu di mana pengaruh Ramadan dan Lebaran lebih banyak terjadi pada Juni 2018 dengan inflasi sebesar 0,59 persen, terendah dalam 8 periode ramadan-lebaran terakhir.

“Inflasi Juni 2019 diperkirakan akan lebih rendah (dibanding Mei 2019),” kata Suhariyanto. (er)

Penulis : Erni

Editor   : Zulham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here