Tim ) Intelijen Investigasi LSM Strategi, F.Irmayani Siregar saat mendatangi BBPJN Wil.II Sumut

MEDAN, (media24jam.com) – Fenomena pekerjaan Preservasi dan Pelebaran Jalan Sisingamangaraja (Medan) MYC yang disinyalir tidak sesuai standard dan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam kontrak kerja maupun Jop Mix Formula (JMF) sepertinya belum juga menuai titik terang, ungkap Ketua Tim (Katim) Intelijen Investigasi LSM Strategi, F.Irmayani Siregar (foto tengah), Selasa (19/11/2019)

“Sudah sebulan lebih Surat Klarifikasi kami layangkan kepada pejabat baru Kepala BBPJN Wilayah II Sumut pasca selesainya pekerjaan berkisar 1 tahun lalu, namun belum juga direspon,” ucapnya didampingi Ketua Satker ADT (Analisa Data dan Teknologi) LSM Strategi, Jepproy Lumban Gaol beserta Sekjendnya Uspriadi.

Lebih lanjut Irma menjelaskan, berawal hasil temuan lapangan Tim Investigasi LSM Strategi disaat masih berlangsungnya proses pelaksanaan pekerjaan yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengirimkan Surat Laporan Informasi nomor 15/LI/TIM/III/18 tanggal 19 Maret 2018 kepada BBPJN Wil.II Sumut.

Dimana Ir.Paul Ames Halomoan, M.Sc selaku Kepala Balai (BBPJN) saat itu membalasnya melalui Surat nomor PW.04 01-Bb2/727, tetapi jawaban Paul kurang memuaskan alias tak sesuai substansi yang dipermasalahkan Tim LSM Strategi.

Guna mendapatkan informasi akurat, Tim LSM Strategi yang sejak awal proaktif mengikuti jalannya proyek yang menelan biaya ratusan miliar melalui APBN T.A 2016 tersebut kembali mengirim Surat kedua tertanggal 21 Mei 2018.

Mengingat tidak adanya jawaban tertulis dari Balai Wilayah II Sumatera Utara maupun pihak Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Medan, selanjutnya Irma melayangkan Surat kepada Kepala Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) di Jakarta.

Adapun indikasi kecurangan yang dilaporkan sesuai observasi lapangan diantaranya, timbunan untuk pekerjaan trotoar diduga dicampur dengan tanah dan dinding bekas galian drainase.
Mutu serta kualitas beton juga disinyalir tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Bestek, karena ditemukan sejumlah titik keretakan bahkan patahnya badan jalan cor beton dilokasi pekerjaan tersebut.

Konfirmasi langsung yang dilakukan jajaran Tim Intelijen Investigasi LSM Strategi pada Rabu (16/10) yakni dengan mendatangi kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II di Jl.Sakti Lubis Medan juga tidak membuahkan hasil, malah staf administrasi umum inisial A terkesan cuek.

Irma menghimbau Kepala BBPJN Wilayah II Sumut, Ir.Selamat Rasidi, M.Sc segera membalas Surat Tim LSM Strategi nomor 018/LI/ix/19 tanggal 18 September 2019, agar dugaan kecurangan yang terjadi sebelum dirinya menjabat kepala balai dapat terjawab. “Kerjasama Pak Selamat merupakan bentuk pendukungan terhadap penegakan Supremasi Hukum, tentunya hal itu sangat dinantikan publik,” pungkas Irma Siregar. (OK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here