SERGAI, (media24jam.com) – Ikan Tilapia hasil produksi Regal Springs PT. Aquafarm Nusantara, ternyata seluruhnya mulai daging,tulang, isi perut, kulit dan sisiknya mempunyai nilai ekonomis bahkan salah satu produk yang di ekspor ke Jerman,Itali,Korea, Jepang dan Thailand.

Penelusuran media ini selama beberapa hari ke kawasan pabrik pembibitan dan pengolahan Ikan kualitas ekspor,tapi sudah dapat dinikmati di dalam negeri itu berada di Desa Naga Kisar Kec. Pantai Cermin – Sergai,baru-baru ini.

Ikan Tilapia asalnya, dari hasil persilangan bibit unggul dari ikan Nila Bangkok tetapi dengan melakukan berbagai percobaan silang, akhirnya saat ini Tilapia merupakan jenis ikan Nila yang paling unggul dan bergizi, malahan hampir setara dengan daging Sapi (hasil penelitian para ahli).

Pembibitan dilakukan di kawasan Desa Naga Kisar oleh tim ahli Regal Springs, setelah berusia beberapa bulan kemudian dibawa ke kawasan Danau Toba dan Samosir,untuk pembesaran.

Didalam Keramba Jaring Apung (KJA) berdiameter lebar 18 – 20 meter,tinggi 16 meter di kedalaman air danau 100 – 150 meter dengan 3 lapis jaring bermacam ukuran dan kualitas terbaik untuk menghindari lolosnya ikan keluar Keramba.

Puluhan KJA di kawasan di Desa Pangambatan dan Lontung di Kecamatan Tomok, Desa Silima Lombu di Kecamatan Simanindo Kab.Samosir, serta di Desa Sirungkungon di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba. Setiap hari, seluruh Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Danau, diperiksa oleh 32 Penyelam secara bergantian. Gunanya,untuk memeriksa apakah ada ikan yang pingsan, mati serta apakah ada jaring atau pelapis tenda yang bocor.

Dengan kedalaman seratusan meter ini, menurut para ahli maka sulit ditemui sisa pakan. Apalagi, sudah ada alat yang mendeteksi kapan ikan diberi makan atau lapar, maka alat tersebut akan mengeluar pakan ikan secukupnya secara otomatis.

Kaslan Mulyono selaku Senior Manager External Affairs dan Afrizal selaku Manager Affairs,Regal Springs PT Aquafarm Nusantara (PT. AN) yang mendampingi peninjauan ke Ajibata dan Samosir di kawasan Danau Toba, menjelaskan terkait yang dipertanyakan wartawan.

“Saat ini kita tidak mempunyai KJA disekitar Parapat,sebab kawasan tersebut dijadikan lokasi Geopark Kaldera Toba. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukung program pemerin Tah,menjadikan Toba sebagai kawasan Geopark wisata tingkat dunia,” kata Kaslan.

Setiap hari, jelas Kaslan Kapal Pengangkut pakan ikan milik PT.AN berlayar ke kawasan Tomok dan Ajibata. Ikan yang sudah mati, diberikan kepada warga sekitar Keramba untuk dijadikan campuran Pakan Ternak, sedangkan yang pingsan dan masih layak dikonsumsi, masyarakat menjadikannya ikan asin bahkan banyak diperjual belikan. Semuanya diberikan untuk membantu kesejahteraan masyarakat, meningkatkan perekonomian warga sehingga kehadiran KJA dikawasan tersebut tidak sia-sia, papar Kaslan.

Setelah cukup umur dan beratnya rata-rata 1,5 Kg/ekor, ikan dibawa kembali dengan angkutan spesial ke lokasi pengolahan di Desa Naga Kisar – Sergai,imbuh Afrizal.

Di pabrik Pengolahan PT.AN di Naga Kisar, ikan Tilapia yang diangkut dengan Truk Tangki dibongkar. Setelah melalui seleksi yang ketat,Tilapia yang layak ekspor langsung masuk keruangan pengolahan.Tilapia dibedah,daging, kepala,kulit,tulang,isi perut dan sisik dipisahkan.

Setelah melalui pencucian,daging dimasukkan ke ruangan freezer (pendingin),bagian kepala atau istilahnya ikan Grandong atau Monza, melalui Koperasi Karyawan PT.AN dijual kepada Penggalan yang sudah antri menunggu, dan nantinya akan dijual kepada masyarakat.

Bagian isi perut,diolah dibagian pengolahan untuk dijadikan bahan bakar minyak pengganti bio solar. Dalam hal ini,BBM dari isi perut ikan itu hanya untuk dipergunakan sendiri dan belum mampu untuk masyarakat umum, sebab belum mencukupi.

Sisik ikan, dibawa kebagian pencucian dan dijemur setelah kering diseleksi, untuk di ekspor ke Jerman dan Itali dan Thailand bersama Kulit ikan yang sudah diproses.

Manager Plan PT. AN,Joko Suhendro menjelaskan, kita berprinsip untuk menjadikan Zero limbah ikan, semuanya multi fungsi dimana Kulit Tilapia diekspor dan dijadikan Dompet, Ikat Pinggang, sementara sisiknya untuk bahan Kosmetik. Tulang ikan, di proses di Toba untuk dijadikan bahan Pupuk pertanian, semuanya kita coba menjadikan minyak energi baru terbarukan, ekonomi menggunakan sisa dan sirkulasi ekonomi,jelas Joko yang sudah bekerja dibagian pengolahan ikan ini di Jepang dan Thailand.

“Waste Zero Fish” merupakan motto bagi Regal Springs,lanjut Joko bahwa komoditi ekspor ikan Tilapia ini,tidak saja berhasil menembus Asia dan Eropah,tapi didalam negeri kita juga menjualnya dan kualitasnya,dijamin sama dengan yang di ekspor, “pungkas Joko.(Ebiet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here