KEPRI, (media24jam.com) – Pedagang yang menempati kios resmi di gedung Pasar Puan Maimun Sei Lakam Timur butuh ketegasan Pemkab Karimun untuk memenuhi janji-janjinya yang telah disepakati. Selama dua tahun janji penertiban pasar sore di halaman parkir dan yang berada di kaki lima gedung pasar Puan Maimun, hingga kini belum juga dilaksanakan penertiban. Ada 60 pedagang yang diduga beraktivitas secara tidak resmi namun dilegalkan Perusda.

Seorang pedagang, Anton, yang mewakili pedagang resmi lainnya kepada media24jam.com, Senin (17/2/2020), mengakui sangat kecewa berat dengan perusda selaku pengelola pasar Puan Maimun. Prusda dinilai melakukan pembiaran adanya pedagang dihalaman parkir khusus kendaraan dan kaki lima. Akibat pembiaran tersebut, pedagang resmi yang berada di dalam gedung pasar yang telah membayar sewa dengan cukup mahal jadi sepi pembeli. Hal ini tentunya pedagang resmi harus menanggung kerugian yang cukup besar.

Dia juga mengatakan, perihal pedagang kaki lima dan penggunaan halaman parkir dijadikan lapak dagangan telah dilaporkan ke pemkab dan DPRD Karimun melalui seorang anggota dewan, Nyimas Novi Ujiani, di Komis II. Tapi sampai dua tahun berlalu jawabannya hanya janji manis melulu. Celakanya Perusda selaku pengelola pasar malah tidak peduli dengan keluhan para pedagang resmi di pasar Puan Maimun. (j.silalahi/mf)
Kantor Biro: Kabupaten Karimun – Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here