Kuil Gurdwara P. Siantar (Yayasan Gurdwara atau Gurdwara Shree Guru Nanak Dev Ji

MEDAN, (media24jam.com) – Committe Harpajan Singh Dolonanggal telah menyelamatkan asset Yayasan Gurdwara atau Gurdwara Shree Guru Nanak Dev Ji, Pematang Siantar yang tidak ternilai harganya. Tidak tanggung-tanggung, asset yang diselamatkan sejak kepengurusan Yayasan yang diketuai Harpajan Singh Dolonanggal pada 1 Januari 2008 itu, diperkirakan mencapai Rp59 miliar.

Demikian dikatakan Pembina Yayasan Gurdwara P. Siantar, Sokdef Singh Dolonanggal kepada wartawan Medan, belum lama ini. Menurutnya, asset Yayasan Gurdwara P. Siantar yang dulunya tidak memiliki surat alas hak, sekarang telah mempunyai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Itu semua diperoleh melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, baik secara administrasi dipemerintahan maupun perjuangan dengan jalur hukum. Perjuangan juga menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Asset-asset yang diselamatkan seperti, Gurdwara Shree Guru Nanak Dev Ji, Jalan Thamrin No. 50. P. Siantar, senilai Rp20 miliar, Rumah Sekolah Khalsa senilai Rp12,5 miliar, 5 unit ruko yang masing-masing bernilai Rp3 miliar, 2 unit ruko permanen 2 1/2 tingkat senilai Rp9 miliar dan tanah wakaf Hindhu Sikh Jalan Pane, Kampung Karo senilai Rp2,5 miliar. Seluruh asset Yayasan Gurdwara P. Siantar yang dulunya tidak mempunyai alas hak atau surat kepemilikan itu, kini telah sah menjadi milik yayasan yang notabene milik seluruh ummat Sikh, khususnya P. Siantar, sesuai dengan Sertifikat HGB nya.

Tidak hanya itu, lanjut Sokdef Singh Dolonanggal, bangunan Kuil Gurdwara juga sudah banyak dilakukan perbaikan dan renovasi. Selain lantai yang berbalut granit, perbaikan juga dilakukan disetiap ruangan.

Selain kamar, ada rumah tempat tinggal pendeta dengan fasilitas full ac, lemari es, tv dan wifi juga laundry. Kamar spesial untuk pengantin juga tersedia.

Bahkan disetiap acara Khandepat (hari guru), pihak yayasan juga mendatangkan 6 pendeta. Sejak kepengurusan yayasan tahun 2008, segala kegiatan pesta ummat singh, baik itu kemalangan maupun pesta pernikahan yang diadakan di kuil, tidak dipungut biya atau gratis.

Sedangkan derbar (ruang sembahyang) yang ada dilantai II gedung Gurdwara, juga terlihat sangat mewah dengan lantai dilapisi karpet tebal, dan full ac serta loadspeaker. Tiga kitab dan pendetanya, didatangan dari India.

Saat ini, bangunan Kuil Gurdwara P Siantar terlihat sangat megah, desainnya juga modern. Tidak heran, bila Gurdwara Shree Guru Nanak Dev Ji menjadi salah satu ikon wisata di P. Siantar.

“Kita mengelola asset-asset yayasan ini dengan sangat transparan. Kita juga selalu umumkan setiap pendapatan dari asset yayasan. Bahkan bila ada ummat Sikh atau siapa saja yang ingin mengetahui perincian uang yayasan, kita akan menjelaskannya secara terperinci dikantor yayasan yang ada di Gurdwara”, papar Pembina Yayasan, Sokdef Singh Dolonanggal yang rela meninggalkan pekerjaannya sehari-hari demi kepentingan Gurdwara dan ummat Singh. Walaupun penghasilan setiap hari dari pekerjaannya itu sangat besar, tapi dia lebih mementingkan kemaslahatan ummat Sikh dan agamanya.

Tidak sampai disitu, Sokdef Singh Dolonanggal juga mengatakan, asset yayasan lainnya yang diselamatkan yakni, tempat kremasi jenazah ummat Sikh yang ada di Jalan Pane, Kelurahan Karo, P. Siantar. Asset yayasan ini hampir hilang karena dikuasi pihak lain. Padahal, sejak zaman kolonial Belanda, yakni ratusan tahun lalu, tempat ini sudah menjadi tempat pembakaran jenazah ummat Sikh.

Keberhasilan penyelamatan dan pengelolaan asset-asset Yayasan Gurdwara P. Siantar semenjak kepemimpinan Harpajan Singh Dolonanggal ini, menepis tudingan segelintir oknum soal dugaan penyelewengan dana yayasan oleh pengurus. Justru sebaliknya, sejak 1 Januari 2008, kepengurusan yayasan diketuai Harpajan Singh Dolonanggal hingga sekarang, telah menyelamatkan asset-asset yayasan yang bernilai fantastis, mencapai puluhan miliar rupiah. (ok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here