MEDAN, (media24jam.com) – Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona, maka sangat dibutuhkan. Untuk itu, Alat Perlindungan Diri (APD) dan fasilitas medis di seluruh rumah sakit yang berada di Sumatera Utara harus dilengkapi, sehingga mampu melindungi para tenaga medis saat menagani pasien yang diduga terdampak virus tersebut.

Hal itu disampaikan Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Tangkas Manimpan L Tobing kepada wartawan, Sabtu (28/8/2020) usai melakukan monitoring kesiapan pemerintah daerah Kabupaten/Kota Dapil 9 (Samosir, Tobasa, Humbahas, Taput, Sibolga, Tapteng) menangkal wabah virus corona.

“Dari hasil peninjauan kita di rumah sakit tarutung dan bandara silangit, para tenaga medis merasa nyawanya terancam saat menangani pasien terdampak virus corona. Mereka mengeluhkan tidak adanya alat perlindungan diri (APD-red) seperti masker N95, sarung tangan, jubah, pelindung mata (kacamata google). Jadi mereka tidak butuh biaya sekolah anaknya ditanggung bila mereka sudah mati, tetapi APD yang mereka butuhkan untuk dilengkapi,” tegas Tangkas.

Bagaimana pun paramedis yang khusus menangani virus Corona ini adalah manusia biasa juga,yang memiliki sahabat apalagi keluarga,jangan nanti setelah mereka menangani korban virus corona,setelah itu,mereka menjadi penyebar virus corona untuk sahabat dan keluarganya, sambugnya.

Selain itu, pengurus DPP Partai Demokrat ini juga mengeluhkan, minimnya fasilitas pendeteksi virus corona di rumah sakit daerah.

“Rumah sakit butuh thermal scanner, Thermo gun, hand sanitizer, vitamin, ambulans khusus, kantung mayat plastik dan juga tenaga medis. Jadi itu yang mereka keluhkan dan butuhkan,” tukas Tangkas manimpan L Tobing yang juga sebagai Ketua P Demokrat Tapteng.

Tangkas menilai bahwa kelengkapan alat medis di seluruh rumah sakit akan sangat membantu untuk menekan peningkatan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang bertambah setiap hari terutama bagi tenaga medis sendiri.

Apalagi BNPB, lanjut Tangkas telah memperpanjang masa libur. Oleh karena itu, Pemprovsu juga harus menyiapkan tenaga medis dan alatnya di Bandara dan terminal bus atau perbatasan anatar kabupaten/kota.

Kemungkinan besar akan banyak warga yang dari perantauan kembali ke Sumatera Utara karena perpanjangan libur ini. Jadi terminal bus antar lintas dan juga di seluruh daerah harus dipantau agar tidak ada penumpang yang membawa virus masuk ke Sumatera Utara. Masalah ini juga harus segera diantisipasi, ujarnya.

Tangkas Manimpan L Tobing berharap pemerintah Sumatera Utara dapat mencari solusi secara komprehensif untuk mencegah, mengobati dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Iya penyelesaiannya harus komprehensif. Akibat virus Corona aspek ekonomi juga menjadi terdampak. Segala kebutuhan pangan di pasar dan obat-obatan di apotek harus dipantau tetap tersedia sesuai dengan harga normal,” sarannya.

Tangkas menjelaskan bahwa untuk penyelesaian masalah virus Corona pastilah membutuhkan dana yang besar. Namun, DPRD Sumut akan mendukung program kerja Gubernur Sumatera Utara.

“Kita tidak mempermasalahkan berapa dana yang dibutuhkan Pemprovsu untuk menangani virus Corona. Hanya saja segala kebutuhan anggaran harus dibarengi program yang nyata. Kita selaku anggota DPRD Sumut akan selalu mendukung program gubernur dalam penuntasan virus corona,” tegasnya. (*/ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here