Doni Siburian, SH

MEDAN, (media24jam.com) – Advokat atau pengacara bertugas memberikan jasa hukum, yaitu jasa yang diberikan advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien. Tapi ketentuan itu tidak dicerminkan sebagai pengacara yang baik oleh Doni Siburian, SH, karena diduga menelantarkan kliennya MP. Lenore (61) warga Sei Kapuas Medan, tanpa didampingi pengacara saat pledoi hingga putusan.

“Sakit kali saya rasa, sebagai klien saya diperlakukan tidak baik oleh pengacara saya yakni Doni Siburian, SH. Uang saya yang sudah saya keluarkan kurang lebih 70 juta untuknya tapi saya tidak didampinginya saat sidang pledoi hingga putusan. Hingga akhirnya saya harus jalani hukuman tanpa pembelaan pengacara saya sendiri,” cerita MP pada Media 24jam Jumat (22/5/2020).

Lanjut MP, persoalan ini bermula saat dirinya tersandung masalah bisnis gula pada mitra kerjanya berinisial AH pada tahun 2015.

Permintaan gula 5 ton hanya bisa dipenuhi 2 ton karena suatu halangan. Namun setahun kemudian AH melaporkan MP ke Polrestabes Medan pada Juni 2016. Karena dilaporkan tentu MP menyewa jasa pengacara Doni Siburian SH lengkap dengan surat kuasa di tahun 2017.

“Awalnya kasusnya tidak berjalan di Polrestabes Medan selama 3 tahun dengan alasan tidak cukup bukti, saat itu penyidiknya Masfer Sirait. Belakangan kasusnya naik hingga saya diperiksa,” ungkap MP.

Akhirnya, sebut MP dirinya dinyatakan harus ditahan pada Mei 2018. Saat itulah pengacara Doni Siburian mengajukan penangguhan penahanan dengan jaminan uang 10 juta. Akhirnya penyidik mengabulkan permohonan penangguhan. MP pun dipulangkan. Malapetaka ternyata uang sebesar 10juta tidak diberikan pengacara Doni pada penyidik sementara MP sudah ditangguhkan. Saat itulah puncak sakit hati penyidik yang merasa ditipu.

“Awalnya saya memohon ditangguhkan malam itu, tapi saya janji uangnya dikasih saat saya sudah sampai di rumah. Setelah saya sampai di rumah saya kasih uangnya besoknya ke pengacara 10 juta, tapi uang itu tidak dikasihkan pengacara. Jadi sakit hatilah penyidik,” bebernya.

Singkat cerita, pada 15 Agustus 2018 kasusnya P21. Namun sebelumnya pengacara Doni meminta uang sejumlah 10 juta lagi dengan alasan untuk penangguhan jaksa, lagi – lagi pengacara tidak memberikan uang itu ke jaksa.

Hingga jaksa marah karena merasa ditipu MP pun dijebloskan ke Penjara. Hingga sidang berjalan Doni pengacara minta kembali uang 10 juta dengan alasan untuk kasih hakim tapi lagi – lagi uang tidak diberikan ke hakim. sampai akhinya Doni telantari MP kabur tidak hadiri sidang pledoi sampai sidang putusan.

“Hakim pun marah. Masak pengacara saya tidak dampingi saya. Jadi tuntutan 2 tahun 6 bulan yang ditetapkan hakim tetap diputuskan 2 tahun 6 bulan tanpa ada pengurangan hukuman. Itu karena hakim merasa dipermainkan,” sebutnya MP yang mengaku sudah menjalani hukumannya.

Untuk itu MP bertekad akan melaporkan Doni Siburian,SH ke Poldasu dan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Sumut dan Pusat Otto Hasibuan, karena ditipu dengan kerugian dirinya mencapai 70 juta.

“Semenjak dia jadi pengacara saya, saya rugi 70 juta. Itu semua diperinci mulai dari kuasa, penangguhan sampai biaya oprasional pengacara,” rincinya.

Sementara Doni Siburian,SH saat dikonfirmasi Media 24jam mengatakan jangan memperpanjang masalah dirinya dengan MP karena menurutnya kasusnya sudah selesai.

“Ngapai lagi dipermasalahkan kan udah selesai. Saya mau selesaikan, tapi karena saya sakit hati cakap MP kasar kali sama saya,” sebut Siburian.

Ditanya jika dirinya akan di korankan Doni Siburian balik menantang. “Buatlah koran banyak – banyak tidak apa. Bukan enak asal – asal buat berita nanti balikut dia,”tantang Siburian. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here