Paripurna DPRD kota Batam Ungkap Penurunan PAD Sejak Wabah Covid-19

0
82

KEPRI, (media24jam.com) – Meski sempat di skor, akhirnya pelaksanaan rapat Paripurna ke 13 DPRD Kota Batam masa persidangan III tahun sidang 2020 berlangsung dengan sukses. Rapat paripurna ini adalah membahas tentang pandangan umum fraksi DPRD kota Batam atas Ranperda perubahan APBD beserta nota keuangan tahun anggaran 2020 yang disampaikan Pemerintah kota Batam.

Paripurna yang sempat di skor ini disebabkan terlambatnya kedatangan para OPD Pemko Batam. Hal itu sehingga membuat berang fraksi maupun anggota DPRD kota Batam yang bahkan mengecam keras dan mengancam melakukan aksi Walk Out dalam rapat paripurna, Kamis (27/8/2020).

Dalam rapat Paripurna kali ini, fraksi-fraksi DPRD kota Batam menyoroti menurunnya penerimaan pembiayaan perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2020, yaitu sebesar Rp 55.000.000.000,00 berubah menjadi Rp 35.380.532.738,17 atau turun 35,67 persen.

Akibat wabah virus Corona Covid-19, juga berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2020 diantaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD), semula sebesar
Rp1.499.536.772.588,46 berubah menjadi Rp 1.030.466.996.128,27 atau turun 31,28 persen.

Adapun sumber penerimaan PAD diantaranya adalah pajak daerah semula sebesar Rp 1.225.272.547.554,19 berubah menjadi Rp 831.729.178.616,00 atau turun 32,12 persen. Kemudian, Retribusi Daerah semula sebesar Rp 124.510.000.000,00 berubah menjadi Rp 82.126.417.304,48 atau turun 34,04 persen.

Selanjutnya adalah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, semula sebesar Rp 11.685.992.811,00 berubah menjadi Rp 8.601.742.730,00 atau turun 26,39 persen. Kemudian lain-lain PAD ya sah semula sebesar Rp 138.068.232.223,27 berubah menjadi Rp 108.009.657.477,79 turun 21,77 persen.

Sedangkan dana perimbangan yang semula sebesar Rp 1.122.250.236.200,00 berubah menjadi
Rp 1.136.574.471.091,00 atau naik 1,28 persen.

Sementara, belanja daerah dalam penyusunan Ranperda Perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2020 semula sebesar Rp 3.013.894.580.542,07 berubah menjadi Rp 2.593.084.529.418,44 atau turun 13,96 persen.

Rencana belanja daerah ini di alokasikan untuk belanja tidak langsung semula sebesar Rp 1.097.735.712.311,45 berubah menjadi Rp 1.071.998.556.231,58 atau turun 2,3 persen. Kemudian belanja langsung semula sebesar Rp 1.916.158.868.230,62 berubah menjadi Rp1.521.085.973.186,86 atau turun 20,62 persen. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here