Anak Berselisih Paham, Pengusaha Cafe Dan Kolam Pancing “Diduga ” Tikam Ketua Permata GBKP

0
1324

TANAH KARO (Media24jam.com) – Awan gelap menyelimuti rumah orang tua dari Yoga Wijayanya Sembiring (23) di Desa Sukanalu Simbelang Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo. Pasalnya Sanak saudara, teman sejawat merasa terpukul atas kepergian pria lajang ini.

Begitu juga kesedihan dirasakan oleh teman-teman sesama anggota Permata GBKP Sukanalu Simbelang, Kecamatan Barusjahe ikut larut dalam kesedihan atas meninggalnya Yoga Wijayanta Sembiring dalam waktu singkat yang tidak diduga sama sekali.

Berpulangnya ketua Permata GBKP Sukanalu Simbelang di Rumah Sakit Bina Kasih Jalan TB Simatupang Medan kepangkuan pencipta langsung tersiar kepada teman-temannya dan begitu juga pihak keluarga dan juga kepihak Polres Karo, karena kasus penikaman terhadap korban sedang dalam penanganan Sat Reskrim Polres Karo.

Namun kita hanya bisa pasrah atas kehendak dari sang pencipta, atas kepergian Yoga Wijayanta putra pertama dari Hasil Sembiring dan Warni Beru Sitepu dan hal ini sudah tentu meninggalkan duka mendalam, tapi kita percaya pasti ada rencana terbaik dari Tuhan.

Diketahui, korban menderita luka tikaman senjata tajam dibagian sangat fatal pada paha kiri atas yang diduga dilakukan oleh A Sitepu (46) warga Desa Sukanalu Simbelang selaku pengusaha Cafe dan kolam ikan pancing pada hari Minggu (25/4) sekira jam 21:00 Wib di kolam pancing ikan milik A.Sitepu di Desa Sukanalu Simbelang.

Akibatnya korban terpaksa mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bina Kasih Medan dan akhirnya meninggal dunia.

Kapolres Karo AKBP Yustinus Setyo,SiK melalui Kanit Idik I Resum Ipda Togu Siahaan ketika dihubungi mengatakan bahwa kabar meninggalnya Yoga Wijayanta Sembiring sudah diterima, Kamis (29/4).

Sedangkan A Sitepu selaku pengusaha Cafe dan kolam pancing di desa Sukanalu yang diduga sebagai pelaku sudah diamankan. Begitu juga keterangan beberapa teman korban selaku saksi sudah dimintai keterangannya.

“Kasus ini tetap ditindak lanjuti dan pengakuan dari A Sitepu, motifnya gegara anaknya berselisih paham dengan korban di lokasi kolam pancing milik A Sitepu,” Kata Togu melalui ponselnya.

Sementara pengakuan dari teman Yugo Wijayanta Sembiring, semasa hidupnya dia dikenal baik, ramah dan santun serta aktif di kegiatan Gereja terlebih-lebih kegiatan Permata.

Dikatakan teman lainnya yang turut sebagai saksi yang merupakan teman Yoga sesama di permata GBKP mengatakan, peristiwa berdarah itu berawal dari korban bersama teman-temannya seusai main bola Volly bersama Piter Sitepu (20), Yogi Ginting (21), Jeksen Sitepu (21), Aprendy Perangin-Angin (20), Marcel Barus (20), Krisnanta Ginting (22) dan Eprananta Sitepu (21) pergi menuju desa Sukajulu dengan mengendarai mobil pick up Suzuki Carry BK 86x MP, warna putih seusai makan sop ular di desa Sukajulu.

Sementara keluarga, sahabat dan teman-teman Yoga Wijayanta Sembiring melalui akun medsosnya membanjiri ucapan belasungkawa, “Selamat Jalan Yoga Wijayanta Sembiring, amal dan kebaikanmu selalu kami kenang, doa kami selalu memyertaimu, Kami percaya engkau pasti diiterima disisi kanan Bapa di Sorga,” tulisnya (Ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here