BNNP Bantah Oknum Lakukan Tangkap Lepas Pelaku Narkoba

0
553

MEDAN (media24jam.com) – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumut, membantah ada nya tudingan oknum yang melakukan tangkap lepas pelaku narkoba. Hal itu dikatakan Kepala BNNP Sumut Brigjen Drs Atrial SH melalui Kabid Pemberantasan Narkotika Kombes Pol Sempana, Sitepu SH saat menggelar pertemuan dan klarifikasi di Warung Mas Eko, Jalan HM Jhoni, Kecamatan Medan Area, Kota Medan Sumut. Minggu (18/4/2021) lalu.

Tudingan yang dimaksud tidak mencukupi bukti ke oknum, dan terlihat ada unsur dendam pribadi dengan sesama oknum.
“Ini kalau saya nilai ada unsur dendam pribadi dengan sesama rekan kerja,” ujar Kombes Sempana.

Kabid Pembernatasan Narkotika BNNP Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu, SH juga meminta klarifikasi terkait berita tudingan dengan pihak oknum BNNP yang sudah terbit beberapa hari lalu.

“Kami juga ingin mengklarifikasi terkait berita yang menuding oknum BNNP yang melalukan tindakan tangkap lepas dengan pelaku narkoba, saya harap kepada rekan media jangan mendengar isu ataupun jangan mau diadu domba dengan pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Kombes Sempana.

Dalam pertemuan tersebut dikemas sekaligus berbuka puasa bersama dalam rangka mempererat tali silaturahmi BNN Provinsi Sumut dengan media massa yang selama ini telah mendukung kegiatan-kegiatan yang BNNP Sumut lakukan serta turut mensosialisasikan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Provinsi Sumut.

Kombes Pol Sempana Sitepu pada kesempatan ini juga tidak lupa mengajak Awak Media atau kawan kawan wartawan untuk sama sama mensosialisasikan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba khususnya di Sumut dan saling koordinasi.

“Saya berharap kepada rekan rekan wartawan agar kita saling koordinasi, dan jika ada kesalahan dari petugas kami, saya berharap agar konfirmasi kepihak kami, supaya kami bisa menegur anggota yang sudah menyalahi aturan, agar kemitraan kita tetap terjalin dengan baik,” harapnya.

Sementara. Iptu Nova Rismalina SH MH penyidik BNNP Sumut pada kesempatan yang sama nenjelaskan, bahwa tudingan yang di lontarkan pada dirinya itu tidak benar.
Dari hasil pemeriksaan para tersangka dan saksi bahwa terhadap WPS dan AFN tidak cukup bukti ada kaitannya dengan peredaran narkoba yang dikendalikan oleh Nanang Zulkarnain alias Tembong, sehingga pada tanggal 16 Agustus 2020, AFN dan WPS dilepaskan dan dikembalikan kepada keluarganya dan diperintahkan untuk melakukan wajib lapor 1 kali seminggu.

“Maaf ya bang, berita tudingan ke saya melakukan tangkap lepas itu tidak benar, pelaku kita pulangkan karena tidak mencukupi bukti dan kedua nya masih di bawa umur, kami perintahkan untuk wajib lapor 1 kali seminggu,” bantah Iptu Nova.
Hal serupa dikatakan Ipda Azwir Harahap mengatakan, dirinya tidak tau permasalahan tersebut namun nama nya di sangkut pautkan dalam kasus tersebut.
“Saya tidak tau permasalahan ini kenapa saya dibawa bawa, saya mohon la kepada rekan media, buat la berita yang positif, agar kita tetap sinergi,” ucapnya.

Sementara. Pimpinan Redaksi Media 24 Jam Togang Sitorus dalam kesempatan itu mengatakan ucapan terimakasih Kepada Kepala BNN Provinsi Sumut yang diwakili Kabid Pemberantasan narkotika Kombes Pol Sempana beserta staf yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi guna membahas klarifikasi berita dan berbuka puasa bersama.
“Kami akan terus mendukung program BNNP Sumut, serta siap membantu untuk mempublikasikan ke masyarakat terkait Program P4GN yang dilakukan oleh BNNP Sumut, kami juga berharap kepada pihak BNNP Sumut agar sinergitas ini tetap terjalin dengan baik”. Tegas Togang Sitorus didampingi Redpel Zulham Efendi dan Wartawan Hendra Hartanto.

“Jika dalam pemberitaan tersebut ada yang kurang berkenan ataupun menyudutkan instansi BNNP Sumut, kami juga mohon maaf,dan waetawan kami juga dalam menyajikan berita tersebut sudah sesuai kode etik jurnalistik, sudah melakukan konfirmasi ke pihak yang bersangkutan, jika pihak BNNP Sumut merasa keberatan itu sah sah saja dan kita akan menerima surat bantahan dari BNN dan akan kita publikasikan bantahan tersebut,” terang Togang.

Kabid Pembernatasan Narkotika BNNP Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu, SH mengisahkan yang sebenarnya, Personil Bidang Pemberantasan BNNP Sumut mendapatkan informasi dari masyarakat adanya peredaran narkotika di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, kemudian, Senin (10/8/2020), personil langsung melakukan penyelidikan ke TKP dan mengamakan 1 Pelaku Taufik Hidayat.

Dari hasil penangkapan tersebut ditemukan 1 (satu) Bungkus Plastik berwarna merah didalamnya terdapat satu bungkus plastik bening yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat kotor ± 100 gram, 1 (satu) HP jenis strawberry, 1 (satu) unit Sepeda Motor warna silver merk Yamaha Lexi.

“Kemudian petugas melakukan introgasi dan pengembangan bahwa barang yang didapat dari Pelaku Taufik Hidayat berasal dari Ismail dan Taufik Hidayat diperintahkan seorang napi lapas Tanjung Gusta bernama Indra,” ujar Kombes Sempana.

Namun sekira pukul 16.45 WIB Personil segera melakukan penangkapan terhadap tersangka Ismael Dkk di sebuah rumah di Jln Kelambir V GG. Waru Kel. Tanjung Gusta. Kec. Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Selain Ismael juga terdapat beberapa orang yang berada di dalam rumah tersebut juga diamankan ke kantor BNNP Sumatera Utara untuk dimintai keterangan yaitu Mariam Teddy Sitepu, Sunarti, Adam Fitriadi Nugroho dan Wahyu Prayogi Sitepu,” katanya.

Hasil penyelidikan dan interogasi terhadap tersangka Ismael dan Mariam Teddy Sitepu bahwa Narkotika tersebut diterima oleh Ismael dari Mariam Teddy Sitepu. Mariam Teddy Sitepu memperoleh narkotika tersebut dari seseorang yang Ia tidak kenal atas perintah Nanang Zulkarnain alias Tembong. Nanang Zulkarnain adalah Napi LP Tanjung Gusta.

“Nanang Zulkarnain Tembong memperoleh narkotika tersebut dari Apriadi Syahputra yang juga merupakan narapidana Lapas Tanjung gusta,” ucap Kabid.

Apriadi Syahputra memperoleh narkotika tersebut dari Azhari yang juga merupakan napi Lapas Tanjung Gusta. Sekitar Tanggal 12 Agustus 2020, untuk pemeriksaan lebih lanjut kemudian dilakukan bon / penjemputan terhadap narapidana LP Tanjung Gusta atas nama Nanang Zulkarnain alias Tembong , Apriadi Syahputra alias Putra dan Azhari.

“Hasil pemeriksaan terhadap Nanang Zulkarnain alias Tembong bahwa narkotika yang ditemukan dari tersangka Taufik Hidayat diperoleh dari Apriadi Syahputra alias Putra yang merupakan pesanan dari Bambang alias Bembeng yang juga narapidana Lapas Tanjung Gusta,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan dari Apriadi Syahputra alias Putra bahwa narkotika yang diberikan kepada Nanang Zulkarnain benar melalui Apriadi Syahputra dan diperoleh dari Azhari.
Hasil pemeriksaan terhadap Azhari bahwa narkotika yang dipesan untuk Apriadi Syahputra diperoleh dari Aris yang juga narapidana LP Tanjung Gusta.

Tanggal 01 September 2020 dilakukan bon terhadap narapidana Lapas Tanjung Gusta atas nama Bambang alias Bembeng, Aris Nasution dan Indra alias Gondrong.
Dari hasil pemeriksaan para tersangka dan saksi bahwa terhadap Wahyu Prayogi Sitepu dan Adam Fitriadi Nugroho tidak cukup bukti ada kaitannya dengan peredaran narkoba yang dikendalikan oleh Nanang Zulkarnain alias Tembong.

“Sehingga pada tanggal 16 Agustus 2020, Adam Fitriadi Nugroho dan Wahyu Prayogi Sitepu dilepaskan dan dikembalikan kepada keluarganya dan diperintahkan untuk melakukan wajib lapor 1 kali seminggu,” terangnya lagi.

Adapun keterlibatan dari Sunarti, bahwa Sunarti adalah istri siri dari Nanang Zulkarnain alias Tembong.

Sunarti menyuruh Mariam Teddy Sitepu untuk membuat rekening BRI untuk digunakan oleh Nanang Zulkarnain alias Tembong.

“Sunarti juga beberapa kali menerima uang dari Mariam Teddy Sitepu yang diketahuinya bahwa uang tersebut adalah upah dari Mariam Teddy Sitepu dalam menjalankan bisnis narkotika milik Nanang Zulkarnain alias Tembong,” jelasnya.

Bahwa hasil dari pemeriksaan dan konfrontir antara Taufik Hidayat dengan Indra Ciangkasa bahwa keduanya tidak saling mengenal dan tidak pernah ada komunikasi.

Sedangkan hasil pemeriksaan dan Konfrontir terhadap saksi dan tersangka, terhadap Narapidana Aris tidak cukup bukti ada kaitannya dengan tindak pidana Narkotika jenis sabu-sabu yang di kendalikan oleh Nanang Zulkarnaen alias Tembong.

“Sehubungan dengan hal itu, maka terhadap Narapidana atas nama Aris dan Indra Ciangkasa tidak cukup bukti ada keterlibatan tindak pidana Narkotika jenis sabusabu yang di lakukan oleh tersangka Taufik Dkk yang di kendalikan oleh tersangka Nanang Zulkarnaen alias Tembong (Napi),” tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here