BP Batam Perpanjang Kontrak PT Moya Selama 3 Bulan, Ini Alasannya

0
456

KEPRI, (media24jam.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam menunda lelang Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Pulau Batam. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerugian yang dialami BP Batam di kemudian hari.

Hal itu disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang didampingi Direktur Humas dan Protokol, Dedi Gustinandar, dalam jumpa pers yang diliput media24jam.com pada, Kamis (1/4/2021) sore di Gedung Marketing Center BP Batam, di Batam Center.

Dia juga mengatakan, PT Moya sebagai mitra kerja BP Batam yang mengelola SPAM selama 6 bulan, akan diperpanjang kontraknya selama 3 bulan lagi. Agar tidak terjadi permasalahan hukum terkait perpanjangan kontrak ini, Rudi, juga mengatakan pihak BP Batam telah melakukan koordinasi kepada pihak Kejaksaan. Dan pihak Kejaksaan menyetujui usulan BP Batam.

“Dalam pengelolaan air ini, BP Batam tidak untung. Dan kita juga jangan sampai rugi dan menombok. Jadi perhitungan tarifnya harus benar-benar diteliti dulu, kalau perhitungannya sudah pas, baru saya mau tanda tangani untuk lelang kontrak (SPAM) selama 25 tahun,” tegas Rudi.

Menurutnya, untuk perhitungan untung rugi tarif air itu tidaklah mudah. Bahkan dirinya tidak begitu paham soal perhitungan tarif air ini. Untuk itu, pihak BP Batam telah melibatkan para pakar ekonomi dalam perhitungan tarif air.

Rudi, juga memuji PT Moya yang telah bekerja secara maksimal. “Kalaupun ada permasalahan itu sangat kecil. Dan dalam waktu yang sangat singkat mereka dapat menyelesaikan permasalahan itu,” imbuh Rudi. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here