Datangi DPRD Sumut, RAKSAHUM Tuntut Interplasi Gatot Pujo Nugroho Dituntaskan

0
38

MEDAN – MEDIA24JAM – Puluhan rakyat yang tergabung dalam Rakyat untuk Keadilan dan Supremasi HukuM (RAKSAHUM) mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (24/11/2022) Pukul 11:00 WIB.

Kedatangannya menuntut agar kasus interplasi Gatot Pujo Nugroho dituntaskan dan segera menangkap semua Eks Anggota DPRD Sumut periode 2009 – 2014, baik itu pengumpul, pemberi, penerima dan yang mengembalikan uang.

Menurut koordinator lapangan, Johan Merdeka bahwa keadilan dan penegakan supremasi hukum diduga masih jalan di tempat dan terkesan tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Disampaikannya, Hal ini bisa dilihat dari sejumlah media massa, baik media cetak, online maupun elektronik, dengan ditangkapnya sejumlah hakim, jaksa, polisi termasuk juga penyidik KPK yang diduga ikut berperan mempermainkan dan menghancurkan tatanan hukum di negara ini.

“Situasi ini diperparah dengan tidak tuntas dan mangkraknya kasus Interplasi Gatot Pujo Nugroho yang melibatkan seratus anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014 (berdasarkan data yang diberikan Bendahara DPRD Sumut kepada KPK), dimana baru 64 orang yang dinyatakan KPK bersalah dan sudah vonis, sementara ada 36 orang lagi yang masih berkeliaran bebas tanpa tersentuh hukum sama sekali oleh KPK (9 sudah meninggal dunia),” katanya.

Sambungnya, tinggal 27 orang lagi yang diduga belum ditangkap dan dipenjarakan oleh KPK (baik penerima dan yang mengembalikan uang).

“Selain itu, KPK juga belum menyentuh sama sekali orang – orang yang telah memberikan uang dan sejumlah pengusaha yang pernah dipanggil dan diperiksa oleh Penyidik KPK. Ada apa dengan KPK yang tidak menuntaskan kasus Interpelasi ini ???,” ungkapnya.

“Untuk itu, kami dari RAKSAHUM (Rakyat untuk Keadilan dan Supremasi Hukum) menyatakan sikap tegas, Tegakkan Keadilan dan Supremasi Hukum, Tuntaskan Segera Kasus Interplasi Gatot Pujo Nugroho (Kasus Ketuk Palu LPJ & APBD 2012-2014). Tangkap & Penjarakan Anggota DPRD Sumatera Utara Periode 2009-2014 yang masih bebas berkeliaran (Baik yang menerima dan yang mengembalikan uang) beserta pengumpul dan pemberi uang (Kepala SKPD Provsu, Sekda Provsu, Bendahara DPRD SU, Sekwan DPRDSU, Pengusaha) dan yang lainnya yang terlibat. Ada apa dengan Kanwil Menkumham & Lapas Tanjung Gusta yang telah membebaskan terpidana yang belum habis vonisnya,” tutup Johan Merdeka.

Baca ini juga :  Rektor Universitas MALIKULSSALEH Aceh Kunjungi SMAN 8 Medan Dan SMA AL Azhar Medan

Kasubbag Humas DPRD Sumut M.Sofian Tanjung, S.Sos yang menerima para aksi menyebutkan akan menyampaikan aspirasinya ke pimpinan DPRD Sumut. (Alam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here