DPRD Batam Marah “Bright PLN Gunakan Aksi Preman Untuk Intimidasi Warga”

0
523

KEPRI, (media24jam.com) – Gegara menolak pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) berdaya 150KV, warga Perumahan Bandara Mas RW 20 Kelurahan Belian kecamatan Batam kota, mendapat teror dan aksi premanisme dari rekanan Bright PLN Batam.

Adanya aksi premanisme terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di komisi III DPRD kota Batam, Senin (8/3/2021). Dalam RDPU yang digelar diruang rapat Komisi III ini turut dihadiri, Direktur Badan Usaha Fasilitas & Lingkungan BP Batam, Bright PLN Batam, Camat Batam Kota, Lurah Belian, dan perwakilan warga setempat.

Menurut, Darta, yang mewakili warga kepada Komisi III memaparkan, jika warga Bandara Mas telah lama menolak adanya pembangunan SUTT di wilayah perumahan. Alasan warga, adanya SUTT ini tentunya akan berdampak pada kesehatan masyarakat setempat. Dan adanya radiasi kelistrikan yang tentunya membahayakan warga.

Dia juga melaporkan, dilokasi pembangunan SUTT kerap terjadi aksi premanisme terhadap warga yang dilakukan oleh orang tidak dikenal sebagai penjaga lokasi. Bahkan baru-baru ini terjadi bentrokan serius antara warga dengan penjaga lokasi yang diduga sebagai preman bayaran. Dan seorang warga sempat mendapat penganiayaan dilokasi itu.

Dalam RDP komisi III tersebut, warga juga menunjukan rekaman video bentrokan dan penganiayaan terhadap warga. Video ini adalah sebagai bukti bahwa adanya aksi premanisme dilokasi pembangunan SUTT.

Dengan tegas, Darsa, mewakili warga setempat menolak adanya pembangunan SUTT di wilayah perumahan tersebut. Warga juga telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan. Proses sidangnya_pun saat ini sedang berlangsung. Pada 1 April 2021 nanti, mungkin putusan dari pengadilan sudah keluar.

Sementara itu, melihat adanya rekaman video adanya aksi premanisme di lokasi pembangunan SUTT membuat komisi III kecewa berat dan marah !.

Ketua Komisi III, Werton Pangabean, mengutuk keras adanya aksi premanisme terhadap warga. Seharunya, Bright PLN mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan persoalan dengan warga.

“Kedepankan kemanusiaan. Jangan gunakan kekerasan,” tegas Werton kepada Bright PLN. Lanjutnya, komisi III meminta agar pembangunan SUTT ini di tunda dulu. Hingga menunggu putusan dari pengadilan.

Anggota komisi III, M Rudi, juga kecewa berat adanya aksi premanisme terhadap warga seperti yang terekam dalam video.

“Jangan pakai preman untuk mengintimidasi warga. Saya minta di stop pekerjaan ini,” tegas Rudi.

Sementara itu, komisi III DPRD kota sepakat merekomendasikan penghentian pengerjaan SUTT hingga ada keputusan inkrah dari Pengadilan Negeri Batam. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here