Duel Maut di Pasar Induk Medan Sinaga Tewas Ditikam Sitepu

0
624
PELAKU
MAYAT KORBAN

MEDAN, (media 24jam.com) – Hendra Sinaga (37) meregang nyawa setelah perutnya ditikam Pardi Sitepu (39). Ironis, dua buruh bongkar muat di Pasar Induk Medan ini duel maut hanya gara-gara masalah sepele.

Sebelum meregang nyawa, Hendra Sinaga, warga asal Patiluban Hilir, Desa Patuluban, Mandailing Natal, sempat dirawat di RSU H Adam Malik Medan, tapi nyawanya tetap tak tertolong.

Informasi dihimpun, duel maut dua buruh bongkar muat itu terjadi, Jumat (8/5) dini hari kemarin. Saat itu Hendra Sinaga dan Pardi Sitepu, warga Jalan Jamin Ginting Pasar 7, Gang Gembira, Kelurahan Beringin, Medan Selayang, berselisih paham mengenai pekerjaan bongkar muat barang mereka.

“PELAKU melarang jangan bongkar muatan cabainya, tetapi korban tidak menurutinya dan kemudian pergi,” ujar Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap, Selasa (12/5/2020).
Tak lama, pelaku mendatangi korban hingga kemudian terjadi cekcok mulut dan berujung duel.

Saat berkelahi, tersangka menusuk perut korban dengan sebilah pisau hingga terkapar. Selanjutnya, tersangka pergi dan meninggalkan korban bersimbah darah.

“Korban kemudian ditolong dan dibawa ke rumah sakit (RSUP H Adam Malik) oleh rekan-rekannya. Tetapi, nyawanya tak dapat tertolong karena mengalami luka cukup parah,” jelas Zulkifli.

Keluarga korban kemudian melaporkan kepada pihak Polsek Delitua. Dari laporan tersebut, dilakukan penyelidikan lebih lanjut hingga berhasil menangkap tersangka dari tempat persembunyiannya Senin (11/5/2020) malam.

“Senin malam sekira jam 19.00 wib, pelaku ditangkap saat sedang berada di Desa Sekati, Kecamatan Naman Teran. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan setelah diserahkan oleh keluarganya,” jelasnya.

“Kasusnya masih kita dalami, tersangka terancam dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan 351 KUHPidana menyangkut penganiayaan berat mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya. (*/ok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here