Gituin Anak 13thn-Pria Setengah Abad Diciduk Polres Karimun

0
1475

KEPRI, (media24jam.com) – Polres Kabupaten Karimun menangkap seorang pria berumur setengah abad yang telah melakukan pencabulan terhadap seorang anak masih di bawah umur. Parahnya, pelaku berinisial, Ar (52), bahkan tega berulang kali melakukan aksi cabulnya kepada, Putri (13) nama samaran-red). Pelaku yang tinggal di Paya Rengas Rt 001/Rw 002 kelurahan Paret Benut kecamatan Meral Kabupaten Karimun ini tidak berkutik saat diciduk tim Reskrim Polres Karimun.

Peringatan: BERISIKAN KONTEN DEWASA. SILAHKAN MENINGGALKAN HALAMAN INI.

Kepada media24jam.com, Senin (27/1/2020), Kasat Reskrim Polres Kabupaten Karimun, AKP Herie Pramono, membenarkan hal tersebut. Pelaku kini telah diamankan dan meringkuk di dalam sel.

Kabar yang didapat media ini, awalnya aksi pencabulan pertama kali terjadi pada sekitar Maret 2019 yang lalu. Saat itu sekitar pukul 21.00 Wib, pelaku memanggil korban yang sedang berjalan sendirian. Lalu pelaku merayu dan mengajak korban ke belakang sebuah bangunan. Diduga pelaku melakukan tipu daya dan mengimingi sesuatu sehingga korban mau saja menuruti ajakan pelaku. Antara pelaku dan korban memang saling mengenal bahkan rumah mereka saling berdekatan. Dengan alasan itulah korban tidak takut dan merasa percaya kepada pelaku.

Suasana malam itu memang terbilang sepi. Setelah tiba ditempat yang direncanakan, korban merasa kaget. Pelaku tiba-tiba memeluk dan menciumi korban. Dirudung rasa takut dan kalah tenaga, saat itu korban hanya bisa pasrah dan tidak berani melawan. Pelaku yang sadar korbannya tak berdaya langsung melakukan pencabulan. Bahkan tangan pelaku malah merayap di kemaluan korban. Diduga pelaku memerawani korban mengunakan jari tangannya. Celakanya, rasa sakit dan perih yang dialami korban bahkan tak dihiraukan pelaku.

Usai gituin korban, pelaku lalu memberikan uang senilai100 ribu sebagai usaha tutup mulut. Pelaku juga berpesan kepada korban agar tidak menceritakan kejadian ini ke orang lain.

Sukses di aksi cabul pertama, ternyata pelaku ketagihan. Ia kembali melakukan tindakan bejat untuk kedua kalinya. Pencabulan terulang pada 17 Desember 2019 sekitar Pukul 21.15.Wib. Pelaku kembali mengajak korban untuk bertemu di tempat biasa. Pelaku memberi ancaman kepada korban jika tidak mau menuruti keinginannya.

Korban yang merasa ketakutan akhirnya pasrah dengan ajakan pelaku. Dilokasi yang sama, pelaku memaksa korban untuk masuk ke dalam toilet bangunan. Korban hanya bisa menangis saat pelaku dengan buas mencabuli dirinya.

Tidak sampai disitu, sekitar satu bulan kemudian, tepatnya 14 Januari 2020 pelaku kembali menemui korban. Bahkan pelaku tidak sungkan mengajak korban untuk melakukan gituan lagi. Korban yang mengalami trauma menolak ajakan pelaku. Dengan rasa ketakutan korban memilih lari menghindar dan pulang ke rumahnya.

Tidak kehilangan akal, pelaku kemudian melakukan ancaman kepada korban melalui pesan singkat Whatsapp. Dalam pesannya pelaku mengancam akan menyebarkan perbuatan cabulnya ke media sosial, selain itu pelaku juga akan menceritakan ketidak perawanan korban kepada orang lain.

Korban yang merasa trauma dan ketakutan akhirnya menangis dan mengadukan hal ini kepada orang tuanya. Merasa geram, orang tua korban langsung melaporkan kasus pencabulan putrinya tersebut ke pihak Polres kabupaten Karimun.

Menindak lanjuti laporan orang tua korban, tim Satreskrim Polres Karimun langsung gerak cepat dan berhasil menciduk pelaku beserta barang bukti ancaman terhadap korban via WhatsApp. Setelah di interogasi, barulah terbongkar jika pelaku telah berulang kali melakukan pencabulan terhadap korban. Dalam kasus ini pelaku akan dijerat Pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

(j.Silalahi/mf).
Perwakilan Biro: Kabupaten Karimun – Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here