Hasil Kordinasi Konsesi Air Antara BP Batam & PT ATB di Ruang Kerja Ketua DPRD

0
621

KEPRI, (media24jam.com) – Ketua DPRD kota Batam, Nuryanto, SH.,MH, mengundang secara khusus Pimpinan PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (17 Juni 2020). Undangan tersebut beragendakan rapat koordinasi konsesi pengelolaan air bersih yang dikelola PT ATB selama 25 tahun, dan akan berakhir pada 2 November 2020. Namun bagaimana kelanjutan pengelolaan air bersih di kota Batam setelah konsensi berakhir ?

Bocoran yang didapat media24jam.com pada hasil rapat kordinasi ketua DPRD kota Batam bersama PT ATB dan BP Batam, pihak DPRD kota Batam telah mengeluarkan tiga poin penting terkait pengelolaan air bersih di kota Batam setelah berakhirnya konsesi. Poin yang disampaikan diantaranya:

1. DPRD menghendaki agar proses peralihan bisa berjalan lancar agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

2. DPRD menyerahkan sepenuhnya bentuk pengelolaan air bersih kepada BP Batam dengan tetap berazaskan profesionalitas dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

3. DPRD berharap agar hasil pengelolaan air bersih kedepan bisa memberikan kontribusi terhadap PAD kota Batam.

Dari 3 poin tersebut, artinya DPRD kota Batam percaya pihak BP Batam mampu melakukan pengelolaan air bersih di kota Batam. Pihak DPRD kota Batam juga tidak menghalangi BP Batam dalam pengelolaan air bersih nantinya dilakukan secara swakelola atau ber-Mitra ke pihak swasta.

Selanjutnya, dalam rapat kordinasi tersebut, pihak BP Batam juga telah menanggapi 3 poin penting yang disampaikan pihak DPRD kota Batam. Tanggapan pihak BP Batam menjawab poin yang disampaikan pihak DPRD yaitu:

Saat ini BP Batam sedang dan terus melakukan upaya-upaya yang diperlukan selama proses peralihan pengelolaan air bersih di kota Batam dari pihak PT ATB. Selain itu, BP Batam juga sepakat dalam pengelolaan air bersih untuk kedepannya tetap berazaskan profesionalitas dalam rangka peningkatan mutu dalam pelayanan kepada masyarakat.

Namun, menyikapi adanya permintaan pihak DPRD terkait PNBP BP agar berkontribusi ke PAD kota Batam yang bersumber dari sektor pengelolaan air bersih, pihak BP Batam akan melaksanakannya jika memang itu sesuai dengan aturan yang telah memiliki payung hukum. Demikian hasil rapat koordinasi DPRD kota Batam yang dihadiri pejabat penting PT ATB dan BP Batam tersebut.

Ditempat terpisah, menanggapi poin-poin penting dalam rapat kordinasi DPRD kota Batam terkait pengelolaan air bersih di kota Batam untuk kedepan, salah seorang mantan pegawai BP Batam, Supraptono, kepada media24jam.com pada, Jumat (19/6/2020), mengatakan turut mengapresiasi hasil rapat yang telah dilakukan.

Terkait adanya poin-poin tersebut, Supraptono, menegaskan rapat koordinasi yang telah dilakukan sudah sangat bagus. Namun poin-poin hasil rapat DPRD itu harus dikawal oleh masyarakat agar jangan sampai terjadi tekanan ataupun intervensi dari pihak ketiga yang ingin menghambat proses peralihan pengelolaan air bersih di kota Batam untuk kedepannya.

“Apabila BP Batam dapat mengambil peran secara maksimal dalam pengelolaan air bersih dikota Batam kedepan, tentu nanti hasilnya akan sangat positif, terutama untuk meningkatkan PNBP yang menjadi domain dari BP Batam. Dan yang terpenting, jika pengelolaan air bersih dilakukan secara swakelola oleh BP Batam tentunya akan berefek positif untuk masyarakat, diantaranya penurunan tarif air bersih bagi seluruh masyarakat kota Batam. Jadi hasil rapat ini harus dikawal ketat oleh masyarakat kota Batam,” tegas Supraptono. (Handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here