Ini Pesan Pangdam I Bukit Barisan Saat Kunjungi PT Bintan Alumina Indonesia

0
921

KEPRI, (media24jam.com) – Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjen TNI. Hassanudin, SIP, MM, melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Galang Batang pulau Bintan Provinsi Kepri, Kamis (4/3/2021).

Dalam kunjungannya, Panglima Kodam I Bukit Barisan turut didampingi, Danrem 033/WP. Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Dandim 0315/Bintan. Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, Danramil 02 Bintan Timur. Kapten Infantri Aswandi, dan personil TNI Angkatan Darat lainnya.

Selain melakukan pengamatan di lapangan, Pangdam juga melakukan audensi bersama PT Bintan Alumina Indonesia. Perusahan ini merupakan pihak yang melakukan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Galang Batang.

Kedatangan Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI , Hassanudin, SIP, MM, ini tentunya disambut sangat positif oleh Pimpinan dan sejumlah General Manajer PT Bintan Alumina Indonesia.

Pangdam sangat mendukung penuh dengan adanya KEK ini. Bahkan TNI siap melakukan pengamanan objek objek vital perusahan penyumbang devisa negara ini. Dia juga berpesan agar pihak perusahan juga dapat terus membangun tali silaturahmi bersama masyarakat dan elemen maupun komponen lainnya.

Ditegaskanya, kita harus saling bantu dan bahu membahu agar keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi dapat tetap terjaga dengan baik.

“Hingga saat ini, perusahaan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus di Galang Batang ini belum ada kendala yang berarti. Bekerjalah bersama rekanan yang ada, dengan aman dan nyaman,” tutup Pangdam I Bukit Barisan, TNI , Hassanudin, SIP, MM.

Sementara itu, perlu di ketahui. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang berada di Pulau Bintan Kepulauan Riau, yang merupakan sentra choke point Selat Malaka. Lokasi KEK Galang Batang mempunyai akses langsung dengan Selat Malaka dan Laut China Selatan. KEK Galang Batang diusulkan oleh badan usaha PT Bintan Alumina Indonesia dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017, dan diresmikan beroperasinya oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Darmin Nasution pada tanggal 8 Desember 2018.

KEK Galang Batang akan dikembangkan sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter. Diperkirakan KEK Galang Batang akan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 23.200 orang, tersebar untuk industri pengolahan refinery sebesar 350 orang, industri pengolahan smelter sebesar 260 orang dan jasa dermaga serta pelabuhan yang berpotensi menciptakan kegiatan ikutan (multiplier effect) di kawasan tersebut. Adapun nilai investasi pembangunan KEK Galang Batang adalah sebesar Rp 36,25 Triliun hingga tahun 2027. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here