Karantina Kabupaten Karimun Musnahkan Komoditas Pertanian Tak Layak di Konsumsi

0
442

KARIMUN, (media24jam.com) – Karantina pertanian Tanjung Balai Karimun memusnahkan hasil tangkapan dari priode Desember 2019 sampai dengan priode Maret 2020.

Perlu diketahui bahwa wilayah Kabupaten Karimun Kepri saat ini menjadi garda terdepan dalam menjamin kesehatan dari setiap komoditas pertanian, dimana Karimun menjadi lalulintas antara area maupun antar negara tentunya bukan hal yang mudah.

Menurut Kristiyani selaku kordinator pengawasan dan penindakan mengatakan sesuai dengan UU nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Karena tidak memenuhi persyaratan tersebut karantina pertanian Kabupaten Karimun memusnahkan berbagai komoditas pertanian yang tidak layak untuk di konsumsi oleh masyarakat,” ujarnya. Jumat (24/4/2020).

Komoditas pertanian yang dimusnahkan merupakan hasil penahanan dari petugas karantina dan pelimpahan dari KPPBC tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun.

Adapun komoditas yang di musnahkan diantaranya adalah daging sapi 1kg, daging babi 11,5kg, daging ayam 576kg, daging ayam olahan dan nungget 117,8kg dan selain itu juga turut dimusnahkan bawang merah 500kg, bawang putih 200kg, bawang bombay 500kg, tanaman hias 39 batang, buah pisang 33kg dan buah jeruk 8 kg.

“Semua komoditas tersebut yang berasal dari  Singapura dan Malaysia dan elsimpor dari Pulau moro Krimun,”ujar Kristiyani.

Dilanjutkan, pemusnahan dilakukan secara daring dengan para saksi yang sesuai dengan arahan pemerintah untuk tetap jaga jarak dan mengedepankan kewaspadaan terhadap resiko Covid 19.

Kepala Karantina Tanjung Balai Karimun Priyadi mengatakan, bahwa total keseluruhan komoditas yang dimusnahkan di instlasi karantina pertanian Tanjung Balai Karimun sebanyak 1.947,3kg dan 39 batang tanaman hias dengan nilai barang bersekitar Rp.70 Juta.

“Walaupun nilainya cukup kecil tetapi dampaknya akan sangat luas terhadap kelestarian alam,”katanya.

Priyadi juga mengatakan, kerugian penerima negara mungkin sekitar hanya 6,8 Juta.

“Namun dampak resiko pembawa penyakit kepada masyarakat sangat besar di kab karimun, selain kerugian tersebut ada dampak lain yang mengakibatkan gangguan kesehatan akibat cemaran E.coli dan salmonlla pada komoditas daging yang telah rusak atau busuk,” terangnya.

Pantauan awak Media24jam, pemusnahan di lakukan dengan cara di bakar dengan menggunakan mesin insinerator yang berkapasitas 1 ton dan menggunakan APD lengkap sesuai anjuran pemerintah untuk mencegah wabah covid 19.

Adapun instansi yang terkait yang mengikutin konvrensi Video pemusnahan adalah kanwil DJBC khusus Kepri, Polres Tg Balai Karimun, Kodim 0317, Danlanal, Kepala KPPBC, Kepala KKP, Dinas perdagangan, Koperasi, UKM dan SDM serta dinas pangan dan pertanian Kab Karimun. (J. Silalahi/mf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here