Konsultan dan Kontraktor Akui “Mark Up” Proyek Pemprov Kepri, Warga Batam Protes !

0
1660

KEPRI, (media24jam.com) – Warga RT 17 blok H Kavling Bukit Seroja Kelurahan Seiplungut kecamatan Sagulung kota Batam melakukan protes keras terkait kesengajaan Mark Up Proyek pembangunan lapangan futsal, dan tidak sesuai bestek. Proyek Penunjukan Langsung (PL) milik Pemprov Kepri ini dikerjakan oleh PT Hasri Utama Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp 169.950.000. dan memakai jasa konsultan CV Tuah Karya Konsultan.

Sebelumnya warga melakukan pengawasan ketat terhadap pengerjaan proyek ini. Warga merasa gerah disebabkan hasil pekerjaan proyek lapangan futsal ini tidak sesuai dengan rancangan (Bestek), baik persoalan biaya, gambar, maupun spesifikasi lainnya sesuai yang ditetapkan Dinas Permukiman dan Kawasan Pemprov Kepri.

Puncak kekesalan warga terjadi pada Kamis lalu, (31/10/2019). Dari pengamatan media24jam.com dilokasi proyek, tampak warga melakukan aksi protes keras terhadap pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun konsultan perancang anggaran. Saat protes keras terjadi turut dihadiri perwakilan kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, LSM Berseri, empat RW dan beberapa RT serta warga masyarakat setempat.

Menyikapi protes warga, pihak kontraktor PT Hasri Utama Jaya, Hasan, dan Irawan, selaku owner rekanan tidak membantah proyek yang dikerjakan ini tidak sesuai bestek. Hasil penyelesaian pekerjaan lapangan futsal ini sudah sesuai dengan RAB yang disusun oleh pihak kosultan.

Senada hal tersebut, pihak konsulta CV Tuah Karya Konsultan, Andi, kepada warga juga mengaku hasil pekerjaan lapangan futsal ini tidak sesuai seperti yang direncanakan. Dikatakannya, dirinyalah yang menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pada proyek ini. Setelah di hitung anggarannya tidak cukup, dan akhirnya ada beberapa item pembangunan ditiadakan. Misalnya, pembangunan semenisasi lapangan futsal tidak memakai besi tikar (Wermes), rumput sintetis, drainase U-30, dan beberapa item lainya yang di tiadakan.

Sementara itu, media24jam.com sempat melakukan peninjauan di lapangan futsal yang menyerap anggaran Pemprov Kepri ini sebesar Rp 169.950.000. Tidak dipungkiri anggaran proyek yang dikeluarkan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. Selain tidak sesuai bestek bahkan araoma Mark Up sangat wangi.

Terlihat, lapangan futsal yang tidak memakai besi Wermes ini bergelombang atau tidak rata, dan mengalami keretakan. Kualitas redimix yang rendah, bahkan terdapat banyaknya tambal sulam dengan semen biasa dilapangan futsal. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here