Oknum Guru Tega Cabuli 2 Anak Kandungnya Di Medan

0
492

MEDAN (Media24jam.com) – Seorang oknum guru salah satu SMK di Kecamatan Medan Sunggal inisial NIS (41) warga jalan Setia kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal tega cabuli anak kandungnya sendiri yang masih belia NSS (9) dan KS (6) di rumahnya sendiri di kala istrinya tidak di rumah .

Perbuatan bejat pelaku terungkap secara tidak sengaja ketika Ibu korban melihat ada kejanggalan pada Sabtu (15 Januari 2021) sekira jam 11.00 WIB dikala Ibu kedua korban sedang memasak dan melihat melihat korban belajar di ruang tamu sambil selonjor sementara pelaku sedang mengajari anaknya yang laki laki ,

Saksi heran melihat pelaku yang selalu melihat bokong kedua korban dengan forum wajah berbeda dan saksi tanyakan kepada pelaku ” kenapa pa ” tanya saksi dan pelaku hanya menjawab dengan isyarat wajah dan tetap melihat bokong korban.

Penasaran atas sikap pelaku usai memasak saksi memanggil korban NSS ke kamar dan sambil mengorek keterangan apakah Korban pernah di cabuli pelaku yang juga bapak kandung nya sendiri.

Alangkah kagetnya saksi atas pengakuan kedua korban ternyata pelaku pernah cabuli dan setubuhi kedua korban dan terakhir tanggal 13 Januari 2021 kemarin.

Mendengar keterangan kedua korban yang juga anak kandungnya saksi bergegas dan melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Sunggal untuk segera di tindak lanjuti sesuai hukum dengan laporan Polisi nomor LP/17/K/I/2021 pada tanggal 18 Januari 2021.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH dalam konprensi pers di Mako Polsekta Sunggal di dampingi Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH ,Kanit Provos Aiptu S.Surbakti serta Kasie Humas Polsek Sunggal Aiptu Roni Sembiring menerangkan.

Setelah di lakukan penyelidikan dan penyidikan berbekal berita acara pemeriksaan atas saksi dan hasil Visum et repertum kedua korban akhinya di tetapkan NS ( 41) sebagai tersangka pencabulan kedua anak kandungnya,

Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya sementara tersangka kita tahan di RTP Polsek Sunggal dengan persangkaan melanggar Pasal 82 ayat (1) sub Pasal 81ayat (2) jo 76 E dari UU RI No 35 tahun 2014 tentang perbuatan atasUU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak di bawah Umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara” papar Kapolsek menjelaskan kepada wartawan mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here