Pdt Dekson Surman Doloksaribu MTh : Saya Datang Untuk Melayani Bukan Untuk Dilayani

0
714

MEDAN (MEDIA24JAM.COM) – Saya datang Untuk Melayani dan Bukan Untuk dilayani, ini lah ungkapan yang memotivasi Pdt Dekson Surman Doloksaribu, MTh, untuk ikut serta mencalonkan diri sebagai Sekretaris Jenderal Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) pada Sinode AM Periode (SAP) ke XXII Periode 2020 -2025 yang akan dilaksanakan Pada tanggal 15-18 April 2021 mendatang di GKPI Center, Komplek Panti Asuhan Mamre GKPI Pematang Siantar.

Pdt Dekson Doloksaribu merasa terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai Sekjen GKPI untuk mengabdikan diri dan meneruskan pengabdian pamanya Pdt RMG Marbun (Mantan Bishop GKPI) dan Neneknya yang juga seorang pendeta Yakni Pdt Alm Petrus Marbun.

Menurut Dekson, Pamanya Pdt RGM Marbun Selaku Mantan Bishop sudah banyak berbuat di GKPI ini, oleh karena itu, Dekson akan meneruskan cita-cita almarhum untuk memajukan GKPI yang kita Cintai ini.

Selain itu, Pdt Dekson akan membawa GKPI kemanajemen keterbukaan, terutama sistem manajemen keuangan yang terbuka. Karena Manajemen keterbukaan adalah prinsip kepemimpinan yang baik.

“Jadi jika saya terpilih sebagai Sekjen Maka sistem tersebut akan diterapkan”, Itulah memotifasi Pdt Dekson Mencalonkan diri dan terpanggil untuk memperbaiki managemen GKPI ke arah yang lebih baik dari selama ini.

Diakuinya, manajemen GKPI selama ini sudah cukub baik, namun harus kita akui masih banyak yang harus diperbaiki Sekjen yang akan datang.

Oleh karena itu Pdt Deson Doloksaribu mencalonkan untuk merubah dan menciptakan Manajeman yang lebih baik di GKPI dari yang sudah baik.

Ditambahakan, Selain manajemen keterbukaaan, Pdt Dekson akan merupaya menjalin hubungan eksternal dan internal di aras GKPI.

Kita akan merupaya melakukan lobi-lobi kerjasama ke Stakeholder baik itu kepemerintah maupun BUMN dan BUMD yang ada disekitar.

Hal ini bertujuan untuk keterlibatan GKPI didalam menerima anggaran yang ada. Karena GKPI adalah lembaga agama yang di akui di Indonesia, oleh karena itu berhak menerima anggran.

Menurut Dekson kerjasama kepada Stakholder sudah dilaksanakan selama menjadi pendeta Resort dan sudah berhasil.

Kepada wartawan, Pdt Dekson Mengatakan bahwa, Pencalonan dirinya sebagai Sekjen GKPI telah mendapat dukungan dari kalangan Pendeta. Bahkan beberapa pendeta tersebut siap mensosialisasikan pencalonanya diwilayah masing masing untuk membulatkan tekat pada hari H pemilihan Pimpinan sinode Bishop dan sekjen untuk memilih Pdt Dekson Doloksaribu, MTh, Ujaranya.

JIka Saya terpilih menjadi sekjen GKPI lima tahun kedepan, Kita telah memiliki konsep kinerja yang akan bekerjasama dengan Bishop, Kepala Departemen dan para kepala Biro serta pegawai yang ada dikantor sinode. Terutama akan merangkul semua para Pendeta diresort dan Jemaat.

“saya akan melakukan pekerjaan selaku Sekjen “dor to dor”, saya tidak hanya duduk dikantor, tetapi akan turun ke tingkat jemaat untuk melihat langsung dan menerima aspirasi jemaat ditingkat bawah. Bahkan jika ada sesuatu permalasalah ditingkat jemaat, saya akan berupaya sesegera mungkin untuk menyelesaikan agar jangan sampai berlarut larut sehingga menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan,” ujarnya

Kita akan buat solusi yang terbaik, lanjutnya, dengan catatan akan tetap berkoordinasi dengan Pimpinan Bishop.

Selain itu, jika saya terpilih sebagai Sekjen GKPI, maka saya akan mendukung dan bekerja sama sepenuh hati dengan Bishop selaku pimpinan tertinggi di GKPI.

Visi misi Bishop akan kita dukung untuk dilaksanakan oleh Sekjen selaku administrator GKPI.

Selain itu, Pdt Dekson akan memperjuangkan serta memperhatikan nasip Para pendeta pensiun serta janda para pendeta. Selama ini, menurut Dekson, Para Pendeta Pensiun dan janda pendeta terlupakan oleh pimpinan Sinode, hal ini sangat memprihatinkan kita selaku pendeta aktif saat ini, ujar Dekson, termasuk lembaga lembaga di GKPI seperti Mamre, Yapentra dan lembaga GKPI Lainya.

Ditambahkanya, dalam rangka mendukung Visi GKPI maka Misi GKPI dijabarkan dalam Panca pelayanan GKPI antara lain: Koinonia (Persekutua), Marturia (Kesaksian), Diakonia (Pelayanan), Liturgia (Ibadah) dan Oikonomia (penatalayanan).

Dari visi misi GKPI itu bisa terlihat seperti apa kepemimpinan dan managerial serta program membangun jemaat dan memberdayakan potensi yang sudah ada dan yang akan dilaksanakan oleh calon Bishop dan Sekjen GKPI masa periode 2020 -2025 yang terpilih nantinya, tentu ini menjadi bahagian keputusan Sinode yang akan dijadikan alat gugus kendali kepemimpinan oleh Majelis Sinode.

Pencalonan Pdt Dekson Surman Doloksaribu, MTh, sebagai Sekjen GKPI mempunyai Motto “Hatamu Do Na Hubege” Perkataan mulah yang kudengar, mengapa kalimat ini sebagai motto saya : karena selama ini saya sampaikan ditengah tengah jemaat dan keluarga bahwa Perkataan Tuhanlah yang kudengar disetiap pelayanan di jemaat.

Dari motto itu Pdt. Dekson Menyimulkan 6 kiasan pelayanan yang akan dilaksanakan kelak terpilih menjadi Sekjen GKPI yakni : Aku memang tidak pintar menjahit, tetapi aku akan biasa memperbaiki kemejamu yang robek, aku akan mengancing bajumu yang terlepas, karena perkataanmu lah yang kudengar, Aku Memang tidak pintar berbelanja, tetapi aku akan pastikan, uang yang kau berikan dapat kupergunakan dengan kebutuhan yang sesunguh sungguhnya dalam kehidupan menuju kesederhanaan.

Aku memang tidak pintar membagi waktuku, tetapi aku akan pastikan disetiap pelayananku ditengah – tengah jemaat dan saudara saudaraku yang kukasihi dan yang mengasihiku, aku akan bersamamu diberbagai pelayanan dan pengembangan pelayanan kita ditengah tengah jemaat GKPI.

Aku memamang tidak pintar berdandan, tetapi aku akan pastikan diriku tidak mau mempertontonkan dirimu dihadapan saudara saudaraku yang lain, marilah kita duduk bersama sama ” Hatamu do na hubege” demi kemajuan GKPI kita ini, rasa egoisku akan kuperhadapkan dihadapan Tuhan Allah Bapa kita. Aku terkadang penuh ke egoisan dan memanjakan diriku berlebihan, tetapi aku akan pastikan, aku akan mengetahui untuk menempatkan dan waktu kita menghilangkan persoalan dan beban yang kamu hadapi ditengah tengah pelayananmu demi kemajuan GKPI ini, keputusan akan kuterima darimu melalui kasih sayang sebagai pertimbangan yang berimbang. Dan Aku memang mempunyai pekerjaan, tetapi aku akan pastikan bahwa pekerjaan dalam pelayanan kita bersama sama di GKPI yang paling ku utamakaan bersamamu dalam kemajuan pelayanan kita.

Nama : Pdt Dekson Surman Doloksaribu, M.Th, Tempat/Tgl Lahir: Narumonda, 28 Juni 1968, Pendidikan : SD tamat tahun 1982, SMP tamat 1985, SMA tamat 1988, Sarjana Theologia (S1) di STT HKBP Pematang Siantar Tamat 1994, Master Theologia (S2) STT Abdi Sabda Medan tamat 2010, saat ini sedang menyelesaikan program S3 Theologia.

Riwayat Pelayanan semenjak Vikar sampai menjadi Pendeta di GKPI Tahun 1994 Vikar di GKPI Suka Pardamean Resort Tomuan, Tahun 1995 Vikar dikantor Pusat GKPI, Tahun 1996-1997 Vikar dijemaat Belawan Kota Resort Belawan, Tanggal 30 Nopember 1997, Ditahbiskan menjadi Pendeta GKPI di Jemaat GKPI Belawan Resort Belawan Kota, Tahun 2000-2005, Pendeta resort GKPI Batu Bara Wil Aslab, Tahun 2005-2010, Pendeta Jemaat Khusus GKPI Helvetia Medan, Tahun 2010-2015, Pendeta Jemaat Khusus tarutung Kota, Tahun 2015-2020 Pendeta Resort GKPI Siborongborong lumban Inaina, Tahun 2020 – saat ini, Pendeta Resort GKPI Balige.

Tugas Pelayanan /Jabatan yang diamanahkan Pimpinan Pusat/sinode Tahun 2001-2003, Sekretaris Wilayah GKPI Asahan Labuhan Batu, Tahun 2003-2005 sebagai Korwil GKPI Asahan Labuhan Batu, Tahun 2005, Ketua Panitia Penahbisan Pendeta di GKPI Limapuluh Batubara, Tahun 2006 Ketua Panitia Penahbisan Pendeta di GKPI Tanjung Balai Asahan, Tahun 2012-2013, Sekretaris GKPI Wilayah Silindung, Tahun 2013-2015, Korwil GKPI Silindung.

Pengalamam Berorganisasi selama menjadi Pendeta di GKPI Tahun 1998-2000, Sekretaris Umum Forum Antar gereja Kodya Dumai, Tahun 2000-2002, Ketua Umum BKAG Sungai balai, tahun 2001-2002 Sekretaris Umum Forum Antar Gereja Kabupaten Asahan, tahun 2002-2005, ketua Umum BKAG Sungai Balai, tahun 2008-2010, Sekretaris umum FKPM Teladan Medan, tahun 2011-2013 Sekretaris Umum BKAG Tapanuli Utara, tahun 2013-2015, Sekretaris umum FKUB Taput, tahun 2010-2020, Dosen honor di IAKN Tarutung.

Pengalaman dalam mengikuti Workshop, colsultion dan Seminar Workshop IAKAN Tarurung tahun 2010-2020 tentang materi Kurikulum, Seminar Depag Tarutung, Moderator Seminar IAKAN Tarutung, Seminar Nasional dan Internasional IAKAN Tarutung, Mengadakan Penelitian bidang Akademik IAKAN Tarutung tahun 2011-2020, Seminar antar gereja gereja di Medan sebagai utusan GKPI tahun 2013, Seminar antar geraja di Centrum GBKP Kabanjahe sebagai utusan GKPI tahun 2014, Seminar lima Pilar Kenegaraan RI di Tapanuli Utara oleh Anggota DPRI RI Roslynda Marpaung, di Universitas Sisingamangaraja Siborong Borong tahun 2015, Mengadakan seminar Bahaya Narkoba bekerjasama dengan Pempropsu tahun 2017, Mengadakan Kegiatan pembuatan pupuk organik bekerjasama dengan Dinas Pertanian tapanuli Utara, dan berbagai kegiatan pelayanan kerohanian lainya.

Kepada Wartawan, Pdt Dekson mengatakan, bahwa Pencalonanya sebagai Sekretaris Jenderal GKPI Pada SAP ke XXII bukan lah semata mata hanya mencari jabatan di kantor Sinode, akan tetapi merasa terpanggil untuk membawa perubahan manajemenan GKPI demi kemajuan dan kebaikan GKPI seutuhnya ke masa depan, untuk kita wariskan ke generasi penerus GKPI dan anak cucu kita. Oleh karena itu, Pdt Dekson, berharap dukungan para peserta Sinode Am Periode baik itu Para Pendeta maupun utusan Resort/Jemaat untuk menentukan sikap dan memberi hak suaranya memilih Pdt. Dekson Surman,M.Th, sebagai Sekjen GKPI periode 2020-2025 mendatang, ungkapnya. (trs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here