Pimpinan DPRD Batam Ambil Alih Kasus PT SAP vs Warga BSI

0
393

KEPRI, (media24jam.com) – Menyikapi perseteruan yang berkepanjangan, akhirnya Pimpinan DPRD kota Batam mengambil alih kasus rumit antara PT Surya Aji Pratama (PT SAP) versus warga perumahan Bumi Sarana Indah (BSI) tahap I dan II, kecamatan Batu Aji.

Konflik ini memanas disaat PT SAP mulai melakukan pengerjaan proyek pembangunan di kawasan Buffer Zone (Area Hijau) di perumahan BSI. Akibat adanya proyek yang dikerjakan PT SAP, warga beralasan komplek tempat tinggalnya selalu menjadi langganan banjir.

Permasalahan inipun telah mendapat perhatian para elite di kota Batam. Bahkan komisi I dan III telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), namun persoalan tidak kunjung selesai. Kasus ini juga telah mendapat tanggapan serius dari Walikota Batam, HM Rudi. Tetapi konflik justru semakin meruncing dan memanas.

Agar perseteruan tidak menjadi konflik berkepanjangan, pimpinan DPRD kota Batam berinisiatif menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), yang digelar pada, Selasa (02 Maret 2021), di ruang rapat pimpinan DPRD kota Batam. Rapat penting ini bertajuk
Bangunan di atas Buffer Zone / Badan Jalan ROW 30 Saluran Induk, Ruang Terbuka hijau / RTH serta Daerah Resapan Air.

Dalam RDPU ini dipimpin Wakil Ketua II DPRD kota Batam, Ruslan Ali Washim, turut hadir perwakilan warga dan instansi terkait di pemerintahan. Selain Wakil Ketua I,II & III DPRD Kota Batam, turut hadir Ketua Komisi I & III DPRD Kota Batam. Selain itu Dir Pengelolaan Lahan BP Batam, Dir Infrastruktur Kawasan BP Batam, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Kepala BPN Kota Batam, Kadis Penanaman Modal & PTSP, Kadis Bina Marga & Sumber daya air, Camat Batu Aji, Lurah Buliang, Pimpinan PT Surya Aji Pratama, dan Warga Perumahan Bumi Sarana Indah.

Dijelaskan, Robi, selaku Direktur PT SAP, bahwa pihaknya telah memenuhi persyaratan dan perizinan dalam melakukan pembangunan. Pihak perusahaan juga telah memberi ganti rugi bagi rumah warga yang terdampak langsung akibat adanya proyek yang sedang di kerjakan ini.

Demikian juga Humas PT SAP, Buyung Nst, mengatakan jika terkait masalah banjir, itu bukan akibat dari adanya proyek ini. Menurutnya itu disebabkan oleh adanya timbunan tanah bukan milik PT SAP.

Dia juga memaparkan, selain adanya pembangunan bangunan, dilahan ini juga akan dibuat taman dan pengadaan gorong gorong dalam mengantisipasi luapan air penyebab banjir. Dan tekhnis pengadaan gorong-gorong ini sedang di koordinasikan kepada pihak pengairan dan jembatan dinas Bina Marga pemko Batam. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here