Soal Tangkap Lepas dan Rombak Berkas di BNNP, Pengamat Hukum : Oknum BNN Harusnya Berantas Narkoba Bukan Lindungi Pelaku Narkoba

0
533
Tersangka yang dilepas dan dirombak berkas

MEDAN (media24jam.com) – Pengamat hukum Hendrick P. Soambaton SH, MH meminta kepada Kapolri dan Kepala BNN RI serta Kepala BNNP Sumut untuk menindak oknum BNNP yang meyalahgunakan tanggung jawab jabatan.

Seharusnya oknum Badan Narkotika Nasional memberantas dan membasmi narkoba, bukan melindungi dan memelihara pelaku narkoba seperti yang dilakukan oknum Perwira berpangkat Inpenspektur Satu (Iptu) di BNNP Sumut tersebut.

“Bagaimana negara kita ini bisa bersih dari narkoba kalau oknum itu sendiri melindungi dan memelihara pelaku narkoba, dengan membandrol uang ratusan juta hingga milyaran rupiah,” tegas Hendrick P. Soambaton SH, MH, Kamis (8/4/21).

Apa yang dilalukan Iptu NR sama halnya dengan mengkhianati negara yang tengah berjuang memberantas narkoba.

Lanjut dikatakan pengacara itu, meminta agar Iptu NR dapat sangsi dan mendapatkan hukuman berat karena sudah mencederai profesi dan berkhianat kepada tanah air.
Menurut dia, hukuman berat pantas diterima oleh semua orang yang terlibat di dalam melindungi pelaku narkoba tak terkecuali oknum aparat penegak hukum.

“Kepolisian dan BNN dituntut bersikap lebih serius dalam memberikan sanksi kepada anggotanya yang terbukti menyalahgunakan jabatan yang melindungi pelaku narkoba agar dapat memberikan efek jera,” harapnya.

Hendrik mendesak institusi kepolisian dan BNNP juga bersikap transparan ketika melakukan upaya hukum terhadap anggotanya, terutama perwira, yang diduga terlibat dalam masalah narkoba.

“Selama ini Polri dan pihak BNN cenderung tidak transparan dalam memproses anggotanya yang terlibat narkoba, terutama yang berpangkat perwira,” kata pengacara yang telah berhasil menagani berbagai macam kasus itu.
“Begitu juga hukumannya, jauh lebih rendah dari masyarakat biasa yang terlibat narkoba,” tambahnya.

Terpisah, Kepala BNNP Sumut Brigjen Drs Atrial SH ketika dikonfirmasi terkait oknum anggota BNNP yakni Iptu NR yang diduga menyalahgunakan jabatan justru memilih bungkam dengan tidak menjawab pesan WhatsApp yang dikirim wartawan.
Diberitakan sebelumnya, Oknum Perwiran BNNP Sumut diduga melakukan intimidasi dan melepas 2 dari 6 pelaku narkoba.

Seperti yang diungkapkan Kuasa Hukum terdakwa Sunarti dalam dugaan tindak pidana Narkotika di Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan melayangkan surat ke BNNP Sumut terkait Penjelasan dan Klarifikasi dari penyidik Iptu Nova Rismalina SH MH, berkaitan adanya rencana pencabutan kuasa yang dilakukan Klien nya yaitu terdakwa Sunarti (43) dalam perkara Narkotika sesuai register nomor : 118/Pid.Sus/2021/PN.Mdn.

Bahwa Tim Kuasa Hukumnya mempertanyakan kepada penyidik pada saat kliennya Sunarti sebagai tersangka dan saat ini statusnya terdakwa dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan dan ditahan di rumah tahanan BNN Provinsi Sumut.

Setelah dilakukan penangkapan seorang tersangka Sunarti di lakukan pengembangan. Barang yang di ambil dari Ismail berasal dari Nanang Zulkarnaen alias Tembong dari Lapas Tanjung Gusta.

“Kemudian di bon empat orang nara pidana salah satu Nanang Zulkarnaen alias Tembong beserta rekannya yang bernama Apriadi saputra alias Putra, Azahri, Bambang Surya alias Bembeng. Setelah di bon dari Lapas Tanjung Gusta ke Empat Napi di bawa ke BNNP Sumut dilakukan pemeriksaan,” terang Sumber yang layak dipercaya.

Setelah diperiksa untuk rombak berkas supaya ringan hukumannya ada satu orang anggota BNNP Sumut maju untuk membantu berkas perkara mereka. Yaitu Ipda Azwir Hidayat yang menawarkan uang Rp 900 Juta kepada penyidik Iptu Nova Rismalina.

“Kemudian salah satu anggota BNNP Sumut Ipda Azwir Hidayat maju untuk menawarkan uang kepada penyidik Iptu Nova sebesar Rp 900 Juta untuk membantu berkas perkara napi itu,” jelasnya lagi.

Setelah diintrogasi dari ke 4 tersangka pemilik barang tersebut adalah M. Aris Nasutian. Kemudian dilakukan pengebonan pada (1/9/2020) terhadap M. Aris dan Indra Chiangkasa di LP Tanjung Gusta, tapi peroses penyidikannya tidak dilanjutkan dan dikembalikan ke LP Tanjung Gusta pada (7/09/2020).

“Dikarenakan penyidik telah kembali menerima uang dari tersangka M. Aris melalui pegawai Kejatisu sebesar Rp 200 Juta,” tandasnya.

Info dari sumber yang diterima, tim Kuasa Hukum dari kliennya Sunarti akan mempertanyakan status napi M Aris Nasution dan Indra Chaingkasa kenapa berkasnya tidak naik.

Pengacara yang sudah berhasil menangani berbagai macam kasus itu juga akan mempertayakan kepada Kepala BNNP Sumut Brigjen Polisi Drs. Atrial, S.H. terkait perbuatan yang dilakukan Penyidiknya yaitu Iptu Nova Rismalina.

“Apakah semua yang lakukan penyidik Iptu Nova diketahui kepala BNN P Sumut, makanya tidak ditindak lanjuti,” ucapnya.

Sementara Penyidik BNNP Sumut Iptu Nova Rismalina ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban, bahkan WA wartawan diblokir penyidik tersebut.
Terpisah. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Drs Atrial SH ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera mengecek ke bagian Kabid Berantas. (hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here