Tanya Kasus KDRT di Polsek Percut, Wanita Hamil 6 Bulan Ngaku Dianiaya Oknum Polisi dan Kapolsek

0
395

PERCUT SEI TUAN (media24jam.com) – Wanita Hamil 6 Bulan bernama Deasy Natalia Boru Sinulingga (33) berteriak di halaman Polsek Percut Sei Tuan pasalnya ia mengaku telah dipaksa keluar dari ruangan Kapolsek sehingga ia mengalami luka dan mengeluarkan darah dibagian kaki. Tak hanya itu ibunya pun Novie Ritani Lumban Tobing juga mengalami koyak di lengan baju sebelah kanannya
.
Deasy Natalia boru Sinulingga (33) histeris di halaman Mapolsek Percut Seituan. Wanita yang tengah hamil 6 bulan itu mengaku telah dianiaya oknum polisi dan Kapolsek. Pemicunya, karena Natalia mendesak polisi agar kasus KDRT yang dilaporkannya segera ditindaklanjuti.
Kepada wartawan, Natalia mengatakan penganiayaan yang dialaminya berawal dari dirinya yang ingin mempertanyakan perkembangan kasus KDRT yang telah dilaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan sesuai dengan nomor Laporan Polisi : LP/2254/X/2020/SPKT PERCUT.

“Di ruangan Kapolsek saya kan mau mengadu, saya bilang ‘tolonglah pak ditangani cepat pak, saya sudah tidak sanggup, anak saya tidak ada biaya’ lalu kami dipaksa keluar, karena saya tidak mau keluar dipukul saya sama oknum polisi disitu,” kata Natalia sambil menangis dan menunjukkan kakianya yang luka dan berdarah, Senin (19/4/2021).
Hal senada dikatakan Novie bahwa saat ditanya ke Kapolsek mengatakan kasus tersebut sedang diproses.

“Katanya sedang diproses, proses aja dari dulu sampai anakku kayak gini proses terus, tapi ngak juga ada aja dicari alasan mereka, kami bilang tangkap yang aniaya anak aku karena kami terzolimi ini. Anak aku dipukuli di dalam rumah terkurung Keluarga nya semua disitu,” akunya.

Saat ditanya lengan baju sebelah kanannya koyak, Novie mengaku lengan bajunya sobek lantaran ditarik Kapolsek.

“Ya dibuat sama Kapolsek nya, Kapolsek yang buat, Kapolsek yang narik Saya, ditariknya saya gini (diperagakan tarik paksa), langsung Kapolsek yang narik saya, Saya bilang ‘kau sebagai Kapolsek apanya, aku uda nunggu dua jam’ kejam kali memang kejam kali Polsek ini,” ujarnya dengan penuh rasa kekecewaan.

Saat dikonfirmasi via WhatsApp dengan nomor 0813-9648-XXXX Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu hingga berita ini diterbitkan belum membalas. (hadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here