Test Bekas Orang Bermental Jelek

0
398
MEDAN (Media24Jam.com) – Menanggapi adanya perihal diamankannya Petugas Kimia Farma Labolatorium Rapid Antigen dari Lantai M Bandara Kualanamu Internasional airport oleh anggota Dirkrimsus Poldasu . Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meyebutkan itu dilakukan oknum-oknum bermental jelek.
Edy Rahmayadi sangat menyayangkan ditengah kondisi sulit akibat musibah Pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan dimana sudah banyak orang bertugas berbuat baik namun masih saja ada oknum-oknum yang menyalahgunakan ataupun mengabaikan kewenamgan-kewenangannya dengan mencari kesempatan ditengah kesempitan
“itu oknum-oknum yang kurang mempunyai mental yang baik. Akhlak yang jelek. Dalam kondisi  sedang sulit, bukan malah membantu malah merusak,” ujar Edy. Gubsu mengatakan kalau pelaku sudah ditangkap dan diproses seingga hukumannya  dapat memberikan efek jera kepada para pelaku
Dalam kesempatan tersebut Gubernur mengatakan dugaan penggunaan alat bekas dalam rapid test antigen pada layanan di bandara itu, merupakan kelengahan dirinya. Ia minta maaf. Namun ditegaskannya yang salah akan dihukum.
“Saya minta maaf, ini kelengahan saya,” ujar Gubernur Edy usai pengarahan Presiden RI kepada kepala daerah se-Indonesia Tahun 2021 secara virtual, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (28/04)
Sebelumnya, terkait informasi dan banyaknya keluhan dari para calon penumpang Pesawat yang mendapati hasil Rapid Antigen Positif Covid -19 dalam kurun waktu lebih kurang 1 minggu.
Kemudian Ditreskrimsus Polda Sumut mengamankan sebanyak 6 orang petugas Laboratorium Rapit Test Antigen Kimia Farma di Ruang Layanan Antigen Lantai Mezzanine Bandara Internasional Kualanamu, Selasa (27/04).
Dari lokasi, petugas menyita ratusan alat rapid antigen untuk pengambilan sampel yang diduga sudah bekas dan didaur ulang,  Komputer 2 unit, Mesin printer 2 unit, Uang kertas, ratusan alat rapid test bekas yang sudah di cuci bersih dan telah di masukkan kedalam kemasan dan ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum di gunakan .(fas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here