Versi Final MK, Caleg Gerindra Kepri ini Menang 10 Suara, Begini Amar Putusannya

0
980
KEPRI, (media24jam.com) –  Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia akhirnya mengakhiri perseteruan antara Caleg nomor urut 1 Partai Gerindra Provinsi Kepri  dapil 4 kota Batam , Nyanyang Haris Pratamura, melawan putusan KPU kota Batam.  Akhir sidang putusan MK ini bersifat final dan mengikat (Incrah), serta tidak dapat diganggu gugat lagi. Meski hanya menang gugatan 10 suara, caleg Nyanyang Haris Pratamura, dipastikan lolos ke kursi DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024.
Sebelumnya, gugatan, Nyanyang, terhadap putusan KPU kota Batam tidak lain mempersoalkan selisih perolehan suaranya dengan caleg nomor urut dua, Hj Asnah SE.MM, yang juga rekan separtainya dengan dapil yang sama. Sesuai barang bukti berupa salinan yang diterima MK, ada dua versi hasil perolehan suara C1 Plano yang saling bertolak belakang antara milik, Nyanyang (Pemohon), dan Hj Asnah (pihak terkait). Pada perolehan suara di C1 Plano, milik, Nyanyang, ia memperoleh suara 7.534, dan suara, Hj Asnah, 7.497. Berbeda dengan hasil perolehan suara di C1 Plano milik, Hj Asnah, ia memperoleh suara 7.523, sedangkan suara, Nyanyang, hanya 7.521.
Dalam sidang terdahulu, MK juga telah mendengar keterangan dari pihak terkait, Bawaslu RI, KPUD kota Batam, saksi partai, saksi pembanding, saksi ahli, pemohon maupun termohon. Dan juga berbagai barang bukti berupa dokumen lainnya telah dihadapkan kemuka sidang untuk mengungkap kebenaran yang sebenar-benarnya
Dari data yang dimiliki media24jam.com, setelah berkali-kali mengelar sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), 9 hakim MK telah melakukan rapat internal untuk mengambil sebuah keputusan yang adil terhadap perkara tersebut. Pada rapat permusyawaratan 9 hakim MK yang diketuai, Anwar Usman, pada kamis (1/8/2019) telah melahirkan sebuah keputusan bijaksana. Amar putusan 9 hakim MK tersebut diucapkan dalam sidang pleno Mahkamah Konstitusi terbuka untuk umum pada, selasa (6/8/2019) pukul 17.20 Wib.
Secara singkat, isi amar putusan itu diantaranya, MK menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya.  Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebahagian. Membatalkan keputusan KPU kota Batam tertanggal 21 mei 2019 tentang penetapan hasil pemilihan umum sepanjang DPRD Provinsi daerah pemilihan kepuluan Riau 4 antara caleg nomor urut 1, Nyanyang haris Pratamura dan caleg nomor urut 2, Hj Asnah.SE.MM, yang sama-sama dari partai Gerindra.
Dalam amar putusan itu juga menyebutkan, menetapkan perolehan suara pemohon (Nyanyang Haris Pratamura) yang benar adalah 7.529 suara, dan perolehan suara pihak terkait (Hj.Asnah, SE.MM) adalah 7.519 suara.
9 hakim MK juga menghimbau kepada semua pihak agar menghormati amar putusan ini. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here