MEDAN (Media24jam.com) – Masih segar lagi diingatan beberapa waktu yang lalu terkait kasus pencabulan anak dibawah umur saat dikonfirmasi Kapolrestabes Medan bungkam saat dikonfirmasi, kali ini begitu juga saat dikonfirmasi terkait 4 lokasi judi yang ada di wilayah hukum Polsek Sunggal yang masih juga di wilayah hukum Polrestabes Medan, Kombespol Valentino Alfa Tatareda selaku Kapolrestabes Medan lagi lagi memilih bungkam.

Padahal informasi yang dihimpun sebelumnya lokasi perjudian di sebuah ruko berlantai 3 Jalan Klambir V Kecamatan Sunggal oleh petugas Polsek Sunggal, Jumat (4/2/2022) lalu pernah digerebek namun kali ini ada lokasi judi yang tak jauh dari lokasi penggerebekan tersebut bisa bebas beroperasi.

Saat dikonfirmasi Kapolrestabes Medan, Kombespol Valentino Alfa Tatareda lagi lagi memilih bungkam, padahal diketahui didalam pemberitaan sebelumnya wilayah hukum (Wilkum) Polsek Sunggal yang terkesan ‘tumbuh subur’ seperti di pajak ikan Kampung Lalang, Pajak Babi kampung lalang, di Jalan Tanah Tinggi dan Sukamaju Sunggal.

Berbagai pertanyaan mulai timbul atas kebungkaman Kapolrestabes Medan terkait diduga bebasnya beroperasi 4 lokasi Judi tersebut. Wargapun sudah resah atas marak nya lokasi judi yang ada di wilayah hukum Polsek Sunggal dan berharap penuh tindakan tegas pihak kepolisian selaku penegak hukum.
“Kemarin waktu penggrebekan cuma satu lokasi aja di grebek bang, padahal ada 4 lagi lokasi Judi yang belum digerebek, kenapa begitu ya bang?,” tanya salah seorang warga yang resah dengan lokasi judi tersebut, Sabtu (5/3).
Pria kurus ini menambahkan bahwa di 4 lokasi tersebut paling ramai dikunjungi para pemain, diduga omset lokasi tersebut jutaan rupiah.
“Ditiap lokasi ada 1,2,3 bahkan ada sampai 5 unit mesin judi bang, paling banyak di Jalan Tanah Tinggi, Kelurahan Sunggal, Medan Sunggal,” ungkapnya.
Ia yang juga mewakili warga yang sudah resah atas marak nya lokasi Judi berharap penuh kepada pihak kepolisian sebagai penegak hukum dapat memberantas semua lokasi Judi khususnya di wilayah hukum Polsek Sunggal.
“Kami hanya berharap lokasi judi tersebut ditutup bang, mengapa yang itu ditutup namun yang 4 ini gak ditutup? Apa ada permainan disini?,” harapnya mengakhiri. (Hadi)




