Warga Sidorame Mendadak Heboh, Seorang Wanita Ditemukan Tewas

0
305
Medan (Media24jam.com) – Warga Jalan Pelita 1 Lingkungan IV Kelurahan Sidorame Barat 1 Kecamatan Medan Perjuangan mendadak berhamburan keluar setelah mendengar jeritan warga yang mengatakan ada mayat. Ternyata mayat tersebut bernama Lisbet Napitupulu (56) seorang janda tanpa anak, belum diketahui apa motif pembunuhan tersebut.
Salah satu warga bernama Botak mengatakan dirinya terbangun dari tidur mendengar jeritan istri nya, ternyata jeritan tersebut terjadi saat istri bernama Suni (34) telah melihat korban sudah tewas.
“Aku pulang dari pajak jam 07.00 pagi lalu aku tidur, aku terbangun saat istriku menjerit, waktu kutanya dia melihat tetangga sebelah aku sudah tewas,” katanya, Kamis (6/5).
Warga sekitar sambung Botak menjelaskan berhamburan keluar rumah dan memadati rumah korban. Suasana pun menjadi ramai.
Hal senada dikatakan Suni menerangkan dirinya yang sedang berada dirumah didatangi teman korban bernama Sumo. Dengan wajah pucat ia menjelaskan bahwa ia pertama kali menemukan Lisbet tewas dalam keadaaan telungkup.
“Aku didatangi kawan korban, ia datang tergopoh-gopoh dan memberi tahukan Lisbet uda meninggal dan kami pun berdua langsung kerumah korban,” terangnya.
“Menurut pengakuan Sumo, awalnya ia menghubungi hp Lisbet namun tak jua diangkat, merasa tak digubris hp nya Sumo mendatangi rumah korban, ia memanggil manggil dari luar namun tak jua keluar dari rumah,” imbuhnya.
Lalu lanjut Suni mengatakan karena sudah dipanggil tak kunjung keluar Sumo memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah korban.
“Sumo terus memanggil sembari masuk ke dalam rumah, pintu keadaan tertutup tapi tak terkunci, usai di dalam rumah ia terus ke dalam, Sumo terkejut melihat korban dengan kaki yang terikat dalam keadaan telungkup lalu ia langsung keluar dan menemui saya,” jelasnya.
Menurut Suni, korban adalah seorang Janda yang sudah 4 tahun berpisah dengan suaminya. Diketahui suaminya adalah warga Bandung Jawa Barat.
“Ia sudah berpisah dengan suaminya 4 tahun yang lalu, korban Dimata masyarakat adalah orang yang pengayom, karena terbukti saya ketika bertengkar dengan suami saya ia selalu memberikan kami nasehat yang baik dan selalu menyatukan kami berdua, sayang dua kali berumahtangga ia belum mendapat keturunan (anak),” akunya.
“Aku lihat tidak ada barang-barang yang berserak, baik itu dagangan nya dan maupun barang barang dirumah korban semuanya masih rapih tapi tadi ada bapak polisi yang menunjukkan gambar korban dilehernya nya ada luka seperti luka tusukan benda tajam,” ucapnya.
Kepala Lingkungan IV bernama Jaka di kediaman mertuanya yang kebetulan lagi ada kemalangan mengatakan dirinya baru mengetahui dari masyarakat ada informasi seorang warganya tewas.
“Kebetulan mertua saya meninggal hari ini jadi saya dapat informasi ada warga saya tewas, waktu saya keluar tiba tiba warga ramai berkumpul di rumah korban, jadi saya langsung kesana dan menghubungi kepolisian,” akunya.
Saat polisi datang kata Jaka dirinya sempat diminta ikut masuk kedalam, karena menurutnya untuk masuk kedalam pihak kepolisian bharus didampingi agar ada saksi saat polisi masuk ke rumah korban.
“Jadi waktu kami masuk ke rumah korban kami melihat korban sudah dalam keadaan telungkup dalam keadaan kali terikat, menggunakan rokrok pendek orange dan baju motif bola bola, karena saya juga lagi ada kemalangan saya meminta izin kepada pihak kepolisian untuk mengurus pemakaman mertua saya dan setelah itu saya tidak tahu lagi kabarnya,” katanya.
“Saya hanya melihat adanya ceceran darah di kedai korban kebetulan korban dirumahnya jualan sembako namun sepengatahuan saya mulai dari kedai hingga kamar saya tidak melihat adanya ceceran darah apapun,” tambahnya.
Jaka mengakui korban secara administrasi bukan warganya namun warga lingkungan ujung, namun ia sudah menyewa rumah tersebut sekitar 7 sampai 8 tahun.
“Dulu sudah pernah saya imbau untuk mengurus pindahnya agar menjadi warga saya namun korban pernah mengatakan dirinya disini hanya menyewa rumah dan bukan untuk selamanya menjadi warga lingkungan IV,” tuturnya.
Anak Abang korban bernama Nanda saat ditemui di kediamannya di Jalan Pelita 1 berjarak sekitar 500 meter dari TKP mengatakan menurut informasi uang dan barang berharga lainnya juga raib.
“Sepedamotor, uang dan perhiasan korban sudah hilang, dan kabarnya topi dan jaket yang bukan milik korban ada di TKP diduga milik pelaku,” ungkapnya.
Kini korban sudah di bawa ke RS Pringadi guna otopsi sementara keluarga Korban masih menunggu dan menanti kedatangan jenazah dari rumah sakit.
Saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Jepri Simamora hingga berita ini dikirim ke redaksi belum membalas. (Hadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here