Wow..! Diduga Oknum Penyidik BNNP Tarek Besar Talas dan Rombak Berkas 1,1 M, Kepala BNNP Sumut : Akan Mengecek ke Bagian Kabid Berantas

0
543
Tersangka yang dilepas dan dirombak berkas

Ke 4 tersangka (Napi) yang di jemput dari LP Tanjung Gusta Medan dan  ke 2 Napi M.Aris Nst dan Indra Chaingkasa yang gak naik berkasnya, merupakan Bos nya Si Nanang Zulkarnain alias Tembong.

MEDAN (media24jam.com) – Setelah oknum BNNP Sumut melakukan intimidasi dan lepas 2 dari 6 pelaku narkoba, Oknum BNNP Sumut yaitu penyidik Iptu Nova Rismalina SH MH jadi sorotan publik.

Salah satu nya dari Kuasa hukum terdakwa Sunarti dalam dugaan tindak pidana Narkotika di Pengadilan Negeri (PN) Medan, melayangkan surat k Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara Jalan Wiliam Iskandar No. 1 A Medan, terkait Penjelasan dan Klarifikasi dari penyidik Iptu Nova Rismalina SH MH, berkaitan adanya rencana pencabutan kuasa yang dilakukan Klien nya yaitu Terdakwa Sunarti (43), dalam perkara Narkotika sesuai register nomor : 118/Pid.Sus/2021/PN.Mdn.

Bahwa Tim Kuasa Hukumnya mempertanyakan kepada penyidik pada saat Klien nya Sunarti sebagai tersangka dan saat ini statusnya terdakwa dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan dan ditahan di rumah tahanan BNN Provinsi Sumut.

Setelah dilakukan penangkapan seorang tersangka Sunarti di lakukan pengembangan. Barang yang di ambil dari Ismail berasal dari Nanang Zulkarnaen alias Tembong dari Lapas Tanjung Gusta.

“Kemudian di bon empat orang nara pidana salah satu Nanang Zulkarnaen alias Tembong beserta rekannya yang bernama Apriadi saputra alias Putra, Azahri, Bambang Surya alias Bembeng. Setelah di bon dari Lapas Tanjung Gusta ke Empat Napi di bawa ke BNNP Sumut dilakukan pemeriksaan,” terang Sumber yang layak dipercaya.

Setelah di periksa untuk rombak berkas supaya ringan hukumannya ada satu orang anggota BNNP Sumut maju untuk membantu berkas perkara mereka. Yaitu bernama Ipda Azwir Hidayat yang menawarkan uang Rp.900 Juta kepada penyidik Iptu Nova Rismalina.

“Kemudian salah satu anggota BNNP Sumut Ipda Azwir Hidayat maju untuk menawarkan uang kepada penyidik Iptu Nova sebesar Rp 900 Juta untuk membantu berkas perkara napi itu,” jelasnya lagi.

Setelah di introgasi dari ke 4 tersangka pemilik barang tersebut adalah M. Aris Nasutian. Kemudian dilakukan pengebonan pada (1/9/2020), terhadap M. Aris dan Indra Chiangkasa di LP Tanjung Gusta, tapi peroses penyidikan nya tidak dilanjut kan dan di kembalikan ke LP Tanjung Gusta pada (7/09/2020).

“Di karenakan penyidik telah kembali menerima uang dari tersangka M. Aris melalui pegawai Kejatisu sebesar Rp.200 Juta,” tandasnya.

Info dari sumber yang diterima, tim Kuasa Hukum dari Kline nya Sunarti, akan mempertanyakan status napi M Aris Nst dan Indra Chaingkasa kenapa berkasnya tidak naik.

“Kami juga akan mempertanyakan status Napi M Aris Nst dan Indra Chaingkasa kenapa berkasnya tidak naik, kami mendengar informasi bahwa penyidik meminta uang Rp 200 Juta untuk tutup berkas agar kasusnya tidak berlanjut, yang seharusnya ke Dua napi itu bebas tampung (bestam),” terang Hendrick P. Soambaton SH, MH selaku kuasa hukum terdakwa Sunarti. Rabu (7/4).

Pengacara yang sudah berhasil menangani berbagai macam kasus itu juga akan mempertayakan kepada Kepala BNNP Sumut Brigjen Polisi Drs. Atrial, S.H. terkait perbuatan yang dilakukan Penyidiknya yaitu Iptu Nova Rismalina.

“Apakah semua yang lakukan penyidik Iptu Nova di ketahui kepala BNN P Sumut, makanya tidak di tindak lanjuti,” ucapnya dengan tanda heran.

Sementara. Penyidik BNNP Sumut Iptu Nova Rismalina ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban, bahkan WA wartawan di Blokir penyidik tersebut.

Terpisah. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Drs Atrial SH ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera mengecek ke bagian Kabid Berantas.

“Saya cek dulu ke Kabid berantas ya, Karena saya gak tau info yang bapak berikan, terima kasih infonya pak,” ujar orang nomor satu di BNNP Sumut itu. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here