TEBING TINGGI | MEDIA 24.JAM.COM-Niat baik membubarkan praktik judi sabung ayam justru berujung petaka. Seorang ustadz bersama rekannya babak belur diduga dihajar beramai-ramai saat mendatangi lokasi perjudian sabung ayam di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Minggu sore (7/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban diketahui bernama Ustadz Muslim Istiqomah Sinulingga dan rekannya Muhammad Yusuf, yang juga menjabat Sekretaris Komunitas NGACA (Ngobrol Asyik Cerita Agama). Keduanya disebut menjadi sasaran amukan sejumlah pria usai mencoba memastikan laporan warga terkait aktivitas judi sabung ayam yang disebut-sebut meresahkan masyarakat.
Informasi diperoleh, peristiwa bermula saat Ustadz Muslim menerima laporan warga mengenai dugaan praktik judi sabung ayam di sebuah lokasi milik pria berinisial S di Jalan Imam Bonjol. Merespons aduan tersebut, sang ustadz langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan menghubungi Kasat Intelkam Polres Tebing Tinggi melalui sambungan telepon.
Disebutkan, pihak kepolisian saat itu mengaku akan bergerak menuju lokasi. Namun setelah menunggu cukup lama, aparat yang dinanti tak kunjung tiba.
Karena penasaran ingin memastikan laporan warga, Ustadz Muslim bersama Muhammad Yusuf akhirnya nekat masuk ke lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam tersebut. Namun bukannya mendapat jawaban, keduanya justru disebut langsung disambut bogem mentah.
Terduga pelaku berinisial S bersama sejumlah rekannya diduga mengeroyok kedua korban secara brutal. Ustadz Muslim mengalami luka robek di bibir bagian atas, memar di kepala belakang hingga mengeluh pening hebat, serta nyeri di bagian punggung akibat hantaman. Sementara Muhammad Yusuf juga mengalami luka di bagian kepala dan tubuh setelah dihujani pukulan.
Tak terima dikeroyok, kedua korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tebing Tinggi. Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum itu kini telah tercatat dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/319/VI/2026/SPKT/POLRES TEBING TINGGI/POLDA SUMATERA UTARA.
Pihak MTPI (Majelis Taklim Persaudaraan Islam) dan Komunitas NGACA mendesak aparat kepolisian segera menangkap pria berinisial S beserta rekan-rekannya agar mempertanggungjawabkan aksi kekerasan tersebut di hadapan hukum.(red)




