Boru Nasution Luka Parah Diseret Begal di Aspal Jalan

0
861
KORBAN

DELITUA, (media24jam.com) – Ramadina boru Nasution (35) luka parah setelah ditendang dan diseret 2 pelaku begal di aspal jalan. Selain terluka, tas berisi barang berharga dan kereta miliknya juga raib dibawa kabur pelaku.

Nasib sial yang dialami warga Jalan Karya Kasih, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, itu terjadi, Rabu (15/4/2020) sekira jam 20.30 wib di Undepas Titikuning, Jalan AH Nasution, Medan.

Ceritanya, malam itu korban baru pulang mengantar putrinya ke rumah mertuanya di Jalan Brigzein Katamso, Kelurahan Gedung Johor, Medan.

PRIA YANG MENGAKU POLISI BAWA KABUR KERETA KORBAN

Saat melintas di lokasi kejadian, korban dipepet dua pria boncengan naik Honda Beat warna putih BK 2915 AHW. Pria yang dibonceng lalu merampas tas sandang milik korban, tapi tak berhasil.

Karena gagal, pelaku lalu memaksa korban berhenti dan langsung menendangnya. Akibatnya, korban terhempas ke aspal jalan. Tak cukup, pelaku juga memukul kepala korban dengan benda keras hingga jatuh pingsan, setelah itu pelaku menarik tas korban dan menyeretnya di aspal jalan.

Pengendara yang melihat kejadian itu berusaha menolong. Tapi kedua pelaku langsung kabur. Anehnya, di waktu bersamaan, seorang pria datang menghampiri korban yang dikerumuni warga. Di sana, pria tak dikenal itu mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polrestabes Medan, dan kemudian membawa korban ke RS Mitra Sejati, tak jauh dari lokasi kejadian.

“Pelaku dua orang, mereka merampas tas saya lalu menendang. Setelah saya jatuh, pelaku kembali merampas tas saya dan meninju wajah dan kepala saya hingga pingsan. Karena warga ada yang melihat, pelaku kabur dan tidak berhasil mengambil tas saya. Sementara sepeda motor saya karena tercampak lumayan jauh dan takut dikejar warga, pelaku langsung kabur,” cerita korban yang ditemui wartawan di rumahnya.

Di rumah sakit, pria yang mengaku polisi tadi lalu meminta kunci kontak kereta korban yang dipegang oleh Rika (28) -teman korban-. Alasannya untuk dibawa ke Mapolrestabes Medan guna penyelidikan.

“Yang mengaku Polisi itu, sempat ke rumah saya dengan Rika. Petugas itu sempat mengambil perhiasan saya berupa sepasang anting 6 gram, uang Rp 200 ribu, kalung 4 gram, dan STNK sepeda motor. Itupun diambilnya kami nggak ada yang tahu. Tapi sepeda motor petugas itu Yamaha Mio warga hitam BK 2295 SU yang diparkir di parkiran RS nggak sempat dibawa. Petugas itu juga sempat meminta uang teman saya Rp 100 ribu pengganti uangnya untuk biaya beli obat,” ujar korban lagi.

Berjam jam petugas itu tidak lagi datang membuat korban dan teman menjadi curiga, sehingga korban menghubungi petugas tersebut. Namun, nomor petugas sudah tidak aktif lagi, lalu teman korban memeriksa keparkiran RS. Diparkiran, sepeda motor milik petugas tersebut masih ada.

“Saya terpaksa keluar dari RS karena biayanya terlalu besar, sehari saja saya mengeluarkan uang Rp 2.800.000. Dari saya keluar RS, sepeda motor petugas itu masih ada, mungkin sepeda motor itu mau diambil, tapi nggak berani takut ketahuan belangnya,”

Karena kondisi korban masih belum sehat, korban belum sempat membuat laporan ke Polsek Delitua ditambah sepeda motor masih berstatus kredit yang cicilannya tinggal 4 bulan lagi.
Kapolsek AKP Zulkifli Harahap saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2020) sore membantah kejadian tersebut.

“Mana ada begal, ntah dari mana pun itu informasinya dan lP nya pun tidak ada. Dan anggota juga sudah cek TKP juga tidak ada,” ujar Kapolsek.

Sementara korban mengaku, 4 petugas Polsek Delitua sudah ada mendatanginya guna meminta keterangan atas kejadian yang dialaminya.

“Petugas Polsek Delitua tadi sudah datang sekitar jam 13:00 WIB. Dan mereka meminta keterangan tentang kejadian yang saya alami. Karena kondisi saya masih belum sehat, mereka menyarankan saya buat laporan nanti malam atau sehat dulu,” tutup korban. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here