MEDAN (Media24jam.com) – Buku dengan judul Jokowi Maestro Pembangunan Ekonomi Indonesia akan segera diluncurkan. Buku tersebut menjadi sebuah catatan keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia yang digerakkan oleh gaya kepemimpinan Presiden Jokowi yang sangat efektif.
Pada pertemuan tersebut juga disampaikan testimoni capaian keberhasilan pembangunan ekonomi di masa kepemimpinan Jokowi dan Deklarasi pengusulan nama Presiden Jokowi sebagai calon Nominator penerima penghargaan hadiah nobel ekonomi tahun 2022 (Economic Prize Nobel) yang rencananya akan diselenggarakan pada 22 April 2022 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Yonge Sihombing pada temu- ramah dan Press Conference penulis buku Jokowi Maestro dan Panitia Senin (7/3) di Food Court Lt 2 Jalan Setia Budi Medan.
Adapun tim audiensi panitia yang hadir pada acara temu-ramah tersebut adalah : Yonge Sihombing, S.E., M.B.A (Ketua Panitia dan Penulis Buku Jokowi Maestro); Michael T. Huber, S.H (Sekretaris); Andriana Pandjaitan, A.Md (Bendahara); Dra Tiorisma Haloho, Luhut Hamonangan Marbun, BKP (Anggota Panitia); Barita Esman Dabukke, M.Psi (Anggota Panitia); Rider Tampubolon, ST., (Anggota Panitia); Piter Jordan Sinaga (Anggota Panitia); Cand Dr Drs Murniati Tobing, MSi dan Yohanna Br Silalahi, BA.
Pada kesempatan tersebut, Yonge Sihombing selaku Penulis Buku dan Ketua Panitia menjelaskan progres kemajuan persiapan pelaksanaan acara yang dijadwalkan pada 22 April 2022 di Adimulia Hotel Medan yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi akan diikuti peserta yang diundang sebanyak 21.497 orang.
Peserta langsung sebanyak 252 orang, sedangkan peserta tidak langsung sebanyak 21.245 orang. Peserta langsung adalah peserta yang diundang hadir secara langsung ke tempat acara, sedangkan peserta tidak langsung adalah peserta yang diundang hadir melalui webinar.
Peserta yang diundang untuk mengikuti acara ini mengacu pada pendekatan pelaku pembangunan ekonomi, baik dari dalam negeri (Indonesia) maupun pelaku pembangunan ekonomi dari luar negeri (mancanegara).
Jumlah peserta langsung dari dalam negeri sebanyak 222 orang, sedangkan jumlah peserta langsung dari luar negeri sebanyak 30 orang. Khusus untuk peserta webinar, semuanya pesertanya dari Indonesia, yaitu sebanyak 21.245 orang.
Berikut pengelompokan peserta yang diundang pada acara ini: Pertama, Peserta/pelaku pembangunan ekonomi dari unsur pemerintah (government); Kedua, Peserta/pelaku pembangunan ekonomi dari unsur akademisi (academy); Ketiga, Peserta/pelaku pembangunan ekonomi dari unsur pengusaha/wirausaha (business); dan Keempat, Peserta/pelaku pembangunan dari unsur masyarakat/komunitas masyarakat (society).
Peserta dari pemerintah, terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa. Unsur pemerintah pusat terdiri dari: ketua Lembaga Tinggi Negara, Menteri Kabinet Indonesia kerja, pejabat setingkat Menteri.
Sedangkan peserta dari unsur pemerintah daerah terdiri dari: Pertama, pemerintah provinsi yaitu: Gubernur, Ketua DPRD, Kapolda, Pangdam, dan Kejatisu. Kedua, Peserta dari unsur pemerintah tingkat kabupaten/kota terdiri dari: bupati, walikota, ketua DPRD kabupaten/kota. Ketiga, tokoh Peserta dari unsur pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, seperti camat, lurah dan kepala desa.
Peserta dari akademisi, terdiri dari rektor, dekan fak. Ekonomi, Dosen, peneliti, penulis buku, kepala sekolah, guru, mahasiswa dan pelajar. Peserta dari pengusaha, terdiri dari CEO, Dirut BUMN, Dirut BUMD, Dirut BUMDes, Ketua Koperasi dan Pelaku Usaha Mikro. Peserta dari masyarakat/komunitas masyarakat terdiri dari Ketua Umum Parpol, Ketua Umum Asosiasi, Ketua Umum Perhimpunan Keagamaan, Ketua Umum Perhimpunan Profesi, Pemred Media TV dan Koran, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, Mentor Penulis dan lainnya.
“Jadi disini kita berupaya mensosialisasikan tentang rencana pelaksanaan puncak acara kita yang rencananya digelar pada Hari Jumat pada 22 April 2022. Ini kita sosialisasikan kepada publik tentang hajatan rencana kita ini. Disini sudah kita uraikan ada 3 point utama yang akan kita laksanakan pada acara puncak yaitu peluncuran buku, kedua penyampaian testimoni dan capaian pembangunan dari dalam dan luar negeri. Sudah terselip juga disini khusus dasar pemikiran kita untuk mengusulkan Presiden Jokowi mendapatkan hadiah nobel,” ungkap Yonge Sihombing.
Adapun dasar pemikiran dari dibuatnya buku ini menurut Yonge sesuai dengan fakta-fakta dari capaian-capaian itu sudah terbukti dan terlihat nyata dan kemudian ini menjadi langkah awal untuk menjadikan buku. Diketahui juga bahwa penulis sebelumnya juga sudah banyak yang menulis tentang Jokowi. “Hanya saya berpikir mengapa ini tidak diramu sebagai dasar yang kuat untuk mengusulkan beliau untuk mendapatkan hadiah nobel,” ujarnya.
Pada buku karangan Nyonge menonjolkan ada dua sisi yakni; selain keberhasilan ekonomi juga terkait kepemimpinan efektif yang membedakan beliau dengan pemimpin sebelumnya. Dimana ketika Jokowi memiliki gaya kepemimpinan yang efektif dalam arti sederhana ternyata secara tidak langsung menjadi mesin gerak bagi pelaku pembangunan walaupun secara akademik belum ada penelitian berapa korelasi antara gaya kepemimpinan Jokowi terhadap pergerakan pelaku pembangunan tetapi fakta dilapangan dapat dilihat bahwa dengan Jokowi yang begitu tulus bekerja langsung diikuti oleh orang lain.
Begitu juga dengan dia tidak mementingkan diri sendiri dan tidak memperkaya diri sehingga pengusaha juga dengan enjoy saja bekerja. “Ini yang mau kita tampilkan kepada Indonesia, ayo sekarang kita sudah mempunyai pemimpin teladan dan ayo ikuti kepemimpinan jokowi. Kepemimpinan Jokowi juga tidak terlepas dari perhatian dunia,” jelaskan Yonge.(fas)




