MEDAN (Media24jam.com) – Oknum wartawan kembali menjadi korban penganiayaan. Hal itu menimpa seorang Pemimpin Redaksi Media Online JelajahPerkara.com, Persada Bhayangkara Sembiring, pada Minggu (25/7/2021). Kini korban sudah mendapatkan perawatan intensif di RS Adam Malik.
Informasi yang diperoleh korban mengalami penganiayaan dengan disiram air keras saat berada di Simpang Selayang, tepatnya di depan Rumah Makan Tesalonika.
Bonni yang teman seprofesi korban menerangkan saat itu korban hendak menemui temannya berinisial HS, akan tetapi sesampainya di Simpang Selayang, ia langsung didekati oleh dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor Vixion, dan orang tersebut langsung menyiram Persada dengan air keras.
“Saya ditelpon korban, katanya ada yang menyiramkan air keras diwajahnya di Simpang Selayang. Dan meminta saya datang ke lokasi untuk menolongnya. Kemudian setelah saya tiba di lokasi tersebut, lalu saya membawa korban ke RS Adam Malik menggunakan sepeda motor,” terangnya.
Lanjutnya, sementara motif kejadian ini diduga terkait dengan suatu pemberitaan tentang tindak pidana perjudian di Kota Medan dan daerah lainnya.

Saat dikonfirmasi kepada Humas RS Adam Malik diruang kerjanya, Rosario Dorothy Simanjuntak, S.Sos mengatakan pasien jurnalis yang disiram air keras masuk ke IGD RS Adam Malik pada pukul 22.02 Wib, Minggu (25/7/2021), dengan diantar pihak kepolisian.
“Keluhannya adalah katanya ada tersiram cairan kimia, Chemical Burn 4% di area wajah. Nah seperti biasa semua pasien yang baru masuk kita lakukan screening covid, dengan swab antigen dan foto torax. Kebetulan pasiennya aman. Lalu kita lakukan tindakan yang perlu kita laksanakan,” beber Rosario pada Senin (26/7/2021).
“Sampai harusnya diputuskan oleh dokter anastesi untuk dilakukan operasi, operasi pembersihan luka dengan indikasi ada luka bakar di area wajah 4 persen, yang dibilang ringan ini juga membahayakan, namanya juga luka bakar,” lanjutnya.
Dijelaskannya, pasien didorong ke kamar operasi pada hari Senin (26/7/2021) sekitar pukul 07.00 wib, dan pasien selesai operasi sekitar pukul 10.00 wib.
“Akan tetapi pasien masih harus dirawat intensif karena ini luka bakar. Pasien dirawat diunit khusus, unit luka bakar. Namanya perawatan intensif, pasien tidak bisa bebas dikunjungi. Sudah masuk ke ruang rawat. Kesadarannya bagus, dan kondisinya stabil,” paparnya.
“Untuk lukanya itu terkena di bagian wajah dan sedikit percikan di bagian tangan kanan dan kiri. Saat ini pasien ditangani Dokter Spesialis Bedah Plastik,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles dikonfirmasi melalui whatsaap pada hari Senin (26/7/2021) mengatakan terhadap pelaku penyiraman air keras tersebut masih dilidik.
“Masih dilidik, Pemeriksaan saksi-saksi dan konfontir,” pungkasnya.(Hadi)




