MEDAN | Media24jam.com – Dugaan praktik perjudian dadu putar di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, yang sempat ramai diperbincangkan bahkan hingga menyeret nama oknum wartawan dan Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora (Polrestabes Medan), akhirnya berakhir tanpa temuan. Isu yang telanjur bergulir ke ruang publik itu dipastikan tidak terbukti setelah polisi turun langsung ke lokasi.
Tim Polsek Patumbak yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Omrin Siallagan menggerebek Warung Pak Kulit di Jalan Besar Patumbak, Pasar VII, Senin (15/12/2025), lokasi yang sebelumnya digadang-gadang sebagai arena perjudian. Namun alih-alih menemukan praktik judi, petugas hanya mendapati warga yang duduk santai sambil minum kopi.
“Kami tegaskan, tudingan adanya oknum wartawan maupun Kapolsek Patumbak yang disebut membackup perjudian dadu putar itu tidak benar,” ujar Kompol Daulat Simamora melalui Kanit Reskrim Iptu Omrin Siallagan di lokasi pengecekan.
Omrin menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Namun hasilnya jauh dari narasi yang sebelumnya beredar. “Tidak ditemukan alat judi, tidak ada taruhan, apalagi praktik perjudian. Yang ada hanya aktivitas warga biasa,” tegasnya.
Sebelumnya, dugaan tersebut lebih dulu disampaikan melalui Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke akun Instagram Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Aduan itu pun ditindaklanjuti oleh Polsek Patumbak sebagai bentuk respons institusi terhadap setiap laporan masyarakat.
“Setiap aduan tetap kami cek. Namun hasil di lapangan menunjukkan informasi tersebut tidak sesuai fakta,” kata Omrin.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana sebuah isu dapat berkembang liar sebelum diuji kebenarannya. Narasi yang terlanjur disebar, lengkap dengan tudingan serius terhadap aparat dan profesi tertentu, nyatanya runtuh ketika berhadapan langsung dengan fakta lapangan.
Polsek Patumbak menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk perjudian apabila ditemukan. Namun di sisi lain, publik juga diingatkan bahwa tidak semua isu yang ramai dibicarakan otomatis berbanding lurus dengan kenyataan.
Di tengah derasnya arus informasi, kehati-hatian dan verifikasi menjadi keharusan. Sebab ketika opini lebih dulu dipertontonkan, fakta kerap tertinggal di belakang layar.
(dil)




