Diiring Isak Tangis, Ketua Moderamen GBKP Melayat Acara Penguburan Yoga Sembiring

0
4183

TANAH KARO (Media24jam.com) – Akhirnya Ketua Permata GBKP Desa Sukanalu, Yoga Wijayanta Sembiring 23) warga Desa Sukanalu Kecamatan Barus Jahe meninggal dunia dalam perawatan medis di RS Bina Kasih Jalan TB Simatupang Medan, Kamis (29/4) setelah menjalani rawat inap selama 4 hari.

Korban mengalami luka tikaman dibagian paha kiri atas yang dilakukan oleh pengusaha Cafe dan Kolam Pancing SRP Sukanalu bernama A.Sitepu (45) Minggu (25/4) sekira jam 21.30 wib di lokasi cafe itu.

Meninggalnya Yoga Wijayanta Sembiring,membuat keluarga merasa sangat sedih dan kehilangan, begitu juga temannya sesama anak Permata GBKP Sukanalu Kecamatan Barusjahe juga ikut merasakannya .

Atas kepergiannya,isak tangis tidak dapat dibendung begitu juga para pelayat tidak hentinya memberikan hiburan kepada keluarga disaat acara adat penguburannya di Jambur desa Sukanalu Simbelang , Sabtu(1/5).

Terlihat cuaca diselimuti awan mendung disertai turunnya hujan, dan seolah kepergian Yoga Wijayanta seakan tidak direlakan oleh keluarga dan begitu juga sesama anak Permata,namun kita harus iklas dan berserah kepada Tuhan karena sudah ada rencana dari yang kuasa yang terbaik.

Terpantau Acara adat penguburan Ketua Permata GBKP Desa Sukanalu Simbelang Yogi Wijayanta Sembiring (23) yang tewas setelah di tikam pengusaha café dan kolam pancing SRP bernana Abram Sitepu (45) turut melayat , Ketua Moderamen GBKP Pdt Krisman Barus STh MTh LM, dan ratusan Permata se Kecamatan Barusjahe dan pemuda gereja GPDI, organisasi pemuda gereja desa itu dan rekan satu alumni STM Berastagi.

Dikesempatan itu, secara bergantian teman-teman Yoga dari Permata GBKP Sukanalu pemuda gereja tetangga mengungkapkan Yoga Wijayanta Sembiring adalah seorang pemuda geraja yang baik, ramah, murah senyum dan mudah diajak berdiskusi. “Setiap diajak berbicara baik mengenai hal apa saja yang sifatnya positif dia selalu menanggapinya dengan tenang dan senyum.

Baca ini juga :  Rayakan Hari Raya Idul Adha 1441 H, Polres Pelabuhan Belawan Sembelih 5 Ekor Sapi

“Kami sungguh tidak menduga apa yang dialami sahabat kami yang baik hati ini, karena beberapa hari sebelum kejadian kami masih sempat banyak berbincang-bincang dan berdiskusi. “Selamat jalan sahabatku, damailah bersama Yesus Kristus dan Allah Bapa di sorga,” ucapnya pilu.

Sementara Ketua Moderamen GBKP Pdt, Krisman Barus STh MTh LM,juga memberikan kata penghibur mengumpamakan bahwa kepergian Yoga menghadap kepada Allah pencipta mirip atau sama dengan kepergian Yesus Kristus menghadap Allah Bapa di surga.

Melalui kejadian ini maksud hati ingin membawa damai karena ada perselisihan temannya, rupanya tanpa diduga dia menjadi korban.

“Untuk itu, kepada kedua orang tuaYoga, jadilah seperti Maria ibunda Yesus dan Yosep ayah Yesus. Yang mau mengampuni dan memaafkan orang yang berbuat salah dan keji terhadap anaknya. Supaya di kemudian hari bibi dan bengkila (kedua orang tua Yoga) bisa menjadi teladan di hari yang akan datang. Satu hal yang perlu diketahui, Sebagai orang tua, kam sudah berhasil mendidik si Yoga menjadi uarang yang berguna, meski.

Pantauan wartawan, usai acara adat penguburan, selanjutnya acara diserahkan kepada runggun geraje GBKP Sukanalu Simbelang untuk melaksanakan liturgi. Selanjutnya menjelang peti jenazah ditutup untuk diberangkatkan ke kuburan, teman dan keluarga korban tak dapat membendung isak tangis mengiringi pemberangkatan korban menuju ambulan. Ratusan pelayat pun turut mengiring keberangkatan ambulan menuju peristrahatan terakhir disertai linangan air mata kesedihan perpisahan untuk selamanya.(Ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here