MEDAN (Media24jam.com) – Maraknya kenakalan remaja, hilangnya moralitas dan budi pekerti, adanya tindakan kriminal libatkan kalangan Pelajar sangat meresahkan orang tua dan warga, geng motor, tawuran antar sekolah, yang dimana menyebabkan tewasnya seorang pelajar SMK di Kota Medan.
Juga viralnya pelajar tendang nenek tua hingga tersungkur di Tapsel, berita guru di duga lakukan pelecehan terhadap anak didik di SMP Kota Medan, yang diakibatkan, mudahnya mengakses konten berita negatif dari Media Sosial.
Maraknya pemberitaan hoaks yang disebar oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, yang dengan mudahnya bisa mengakses konten-konten asusila.
Pelajar rentan mencari jati diri, dengan ini hendaknya dapat di bentengi pendidikan karakter, agar kiranya dapat cerdas memilih berita dan juga tak salah dalam bertindak. Seperti di terangkan Dr.JoniusTP Hutabarat S,SI, M,SI, Anggota DPRD Sumut komisi E kepada wartawan di kantornya di DPRD Sumut, jalan Imam Bonjol No 1 Medan Sumatera Utara Rabu (7/12) pukul 17.30 Wib.
“Maraknya kenakalan remaja, budi pekerti yang sudah hilang dikalangan pelajar dan banyaknya tindakan kriminal melibatkan pelajar cukup memprihatinkan, adanya geng motor, tawuran antar sekolah menyebabkan jatuh korban jiwa seorang pelajar SMK di Kota Medan dan viralnya di Medsos nenek tua yang di tendang sampai tersungkur di Tapsel, serta adanya guru penjas diduga lakukan pelecehan di salah satu SMP di kota Medan tentu semua pasti ada penyebabnya,” tutur Dr Jonius TP Hutabarat S.SI, M,SI menerangkan.
Dimana saat ini diketahui dalam penggunaan Medsos begitu gampang mengakses konten negatif dan pemberitaan hoaks, hal ini merupakan salah satu penyebabnya, berita bohong yang di sebar oknum yang tidak bertanggung jawab menjadi pemicu permasalahan, konten asusila pornografi gampang diakses dapat mempengaruhi prilaku pelajar yang masih usia muda, rentan mencari jati dirinya, inilah Pentingnya bagi pelajar di bentengi Pendidikan karakter di sekolah,
“Sebab pendidikan di sekolah bukan hanya mengejar kelulusan dan ijazah semata, namun pendidikan berkarakter utamanya kedisiplinan penting agar pelajar menghargai waktu dan peraturan di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah, Relijius dan jujur, memperkuat moral, menghargai orang lain bisa menerima pendapat yang berbeda, apabila diberikan suatu amanah akan sungguh- sungguh pelaksanaannya,” Ungkapnya.
“Karakter peduli sosial, demokrasi dan bertanggung jawab dapat membantu sesama yang sedang kesusahan, menerima pendapat berbeda tidak egoistis, sesuatu pekerjaan akan dilaksanakan dengan benar dan bertanggung jawab,” ucapnya melanjutkan.
Dr.JTP Hutabarat harapkan dukungan orang tua siswa, aparat hukum dan pemerintah dapat bersinerji dalam penegakkan kedisplinan, agar guru tidak gamang bertindak tegakkan peraturan sekolah bangun karakter siswa dan Komisi E DPRD Sumut siap membantu guru bila timbul masalah hukum tentang penegakkan disiplin.
“Guru dalam menegakkan peraturan disiplin harus didukung semua pihak orang tua siswa, kepala sekolah, aparat hukum, pemerintah hendaknya dapat duduk bersama, harus ada perlindungan hukum terhadap guru ketika berikan sanksi tegas ke siswa, selama hukuman disiplin sesuai aturan di sekolah, saya di Komisi E DPRD Sumut siap jembatani para guru bila tersandung masalah hukum terkait penegakkan karakter disiplin anak didik di sekolah, namun guru juga harus utamakan nilai – nilai kasih sayang, keteladanan, prilaku baik kepada anak didiknya,” pungkasnya.(Gus)




