Es Krim Berujung Maut 2 Bocah Tewas Ditangan Ayah

0
677
MAYAT KORBAN

MEDAN, (media24jam.com) – Dua bocah abang beradik ditemukan tak bernyawa di areal Global Prima National Plus School Medan, Jalan Brigjen Katamso, Medan. Diduga, kedua bocah itu dibunuh ayah tiri hanya karena minta dibelikkan es krim.

Dua bocah malang itu adalah Ikhsan Fatahilah (10) dan adiknya, Rafa Anggara (5). Sementara diduga pelakunya adalah, Rahmadsyah (30), ayah tiri kedua korban.
Informasi dihimpun, awalnya mayat Ikhsan Fatahilah ditemukan tergeletak di sudut bangunan gedung Sekolah Prima, Minggu (21/6/2020) sekira jam 09.00 wib.

Ibu korban
Pelaku ayah tiri

Saat ditemukan, kondisi mayatnya menderita luka memar di bagian wajah, diduga akibat dibenturkan ke dinding tembok bangunan Global Prima.

Kemudian mayat Rafa Anggara ditemukan satu jam kemudian, tepatnya sekira jam 10.00 wib di dalam paret samping gedung Sekolah Global Prima. Saat ditemukan, posisi mayatnya telentang ditutupi triplek dan karton.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, Sabtu (20/6) sekira jam 14.00 wib, kedua korban menemui ayah tirinya, Rahmadsyah yang sedang bekerja sebagai kuli bangunan di areal Sekolah Global Prima. Keduanya lalu merengek minta uang untuk membeli es krim.

“Anaknya datang minta uang untuk beli es krim, kemudian tidak diberikan karena tidak ada uang. Karena terus didesak dua anaknya dibawa ke samping sekolah kemudian ditemukan menjadi mayat,” terang Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan, Minggu (21/6) sore.

Kejadian ini terungkap setelah ibu korban bernama Fahtulazanah (30). Menanyakan lewat ponsel dimana keberadaan anaknya.

Pelaku yang merupakan suaminya mengatakan agar mencari di Global Prima. Lalu oleh ibu korban bersama adik dan neneknya mencari di Global Prima dan ternyata ditemukan dalam posisi sudah meninggal dunia.

“Saat ini pelakunya masih kita kejar,” kata Rikki Ramadhan.
Saat ini jenazah kedua korban telah dievakuasi untuk keperluan visum. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here