KEPRI, (media24jam.com) – Pemerintah pusat menetapkan kota Batam sebagai basis evakuasi WNI yang pulang dari kota Wuhan China. Kota yang terpapar virus Corona itu sudah tidak nyaman lagi dan membuat trauma WNI yang kini sedang berada di kota Wuhan.
Dari informasi yang dirangkum media24jam.com, melalui surat edaran Kementrian Kesehatan tertanggal 31 Januari 2020 mengkonfirmasi bahwa kota Batam dijadikan jalur evakuasi kepulangan WNI dari kota Wuhan. Sedangkan pemerintah kota Batam saat ini juga telah menyediakan dua rumah sakitnya sebagai tempat perawatan WNI jika teridap virus Corona. Adapun rumah sakit yang ditunjuk, yaitu RSUD Embung Fatimah dan RS BP Batam.
Hari ini, Sabtu (1/2/2020), pemerintah Indonesia sedang mengupayakan penjemputan 243 WNI dari kota Wuhan China. Dalam evakuasi kepulangan ketanah air, para WNI akan dijemput menggunakan pesawat Airbus 300 Batik Air. Pesawat itu telah berangkat dari bandara Soekarno Hatta ke kota Wuhan China.
Dalam kepulangannya, pesawat Batik Air yang mengangkut 243 WNI itu akan berangkat pukul 13.00 Wib siang dari kota Wuhan, dan akan tiba di Hang Nadim kota Batam sekitar pukul 19.00 Wib.
Tim medis pemerintah pusat dan provinsi Kepri khususnya kota Batam juga telah bersiaga penuh menyambut kedatangan WNI dari kota Wuhan tersebut. Berbagai peralatan medis seperti perlengkapan bajue pelindung, masker dan obat-obatan juga telah dipersiapkan. Bahkan bandara Hang Nadim juga telah dijaga ketat oleh petugas keamanan dari unsur Polri dan TNI.
Sumber media ini mengatakan, setelah pesawat mendarat, para penumpang tidak dibolehkan turun langsung. Mereka akan diperiksa tim medis saat berada didalam pesawat. Jika terdeteksi teridap virus Corona, maka pasien akan langsung di larikan kerumah sakit. Sedangkan yang negatif teridap virus akan berganti pesawat untuk diterbangkan ke Kabupaten Natuna untuk menjalani masa karantina selama 18 hari. Sampai saat ini belum ada terkonfirmasi WNI yang terpapar oleh virus Corona jenis kampret asal kota Wuhan China.
Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau menjadi daerah karantina ratusan WNI dari kota Wuhan. Artinya, setelah transit di kota Batam dan dilakukan cek pemeriksaan kesehatan, mereka akan diterbangkan ke Natuna untuk menjalani karantina selama 18 hari. Jika dalam waktu yang ditentukan itu negatif virus Corona, selanjutnya mereka akan dipulangkan ke daerah asalnya. (handreass)




