Jalan Putus di Lau Rakit Sejak Awal Longsor Sudah Langsung Ditangani.

0
47
1. Pembuatan saluran air menggunakan ekscavator upaya penanggulangan awal di jalan putus (Ket. Gambar Atas) 2. Saat pengujian dan penyelidikan tanah.(Ket gambar Bawah)

DELISERDANG (Media24jam.com) – Jalan penghubung Desa Lau Rakit kecamatan STM Hilir – Desa Penen kecamatan Sibiru – biru kabupaten Deliserdang terputus akibat diterpa bencana alam sekira 5 bulan lalu kini menuai kontroversi, Minggu (14/8/2022).

Ada menyebut jalan putus yang tepatnya berlokasi di Dusun I Desa Lau Rakit tersebut oleh pemerintah dibiarkan begitu saja alias tak dipedulikan. Tak hanya itu, pendapat – pendapat dinilai cukup miring lainnya pun bertaburan diantaranya menunggu jatuh korban baru diperbaiki.

Menyikapi persoalan ini, pemkab Deliserdang melalui Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Janso Sipahutar ST MT membantah adanya hal pembiaran tersebut.

Dijelaskannya, sejak awal pasca terputusnya jalan disana, Pihak Pemkab Deliserdang c/q Dinas SDABMBK telah melakukan langkah penanganan awal dengan menurunkan sejumlah alat berat guna pembuatan saluran air untuk mengantisipasi penggerusan tanah yang semakin parah.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan pengujian dan penyelidikan tanah menggunakan alat canggih agar diketahui seberapa dalam kropos atau tanah yang sudah rongga – rongga di lokasi longsor tersebut.

Ditambahkannya, perencanaan perbaikan konstruksi permanen ruas jalan yang longsor tersebut serta anggaran yang ditampung di P. APBD akan segera dilaksanakan.

Sementara itu, Camat STM Hilir Hesron T Girsang, pihak pemerintah Desa Lau Rakit dan sejumlah warga membenarkan adanya penanganan awal jalan putus akibat longsor tersebut. Disebutkan, usai penanganan awal, di lokasi tersebut dipasang sejumlah tanda atau rambu dilarang melintas. Mulai pemasangan pembatas sejenis portal menggunakan kayu, papan bertuliskan hati – hati tanah longsor dilarang melintas dan lain sebagainya.

Sekedar diketahui, merebaknya soal kontroversi tersebut menyusul ditemukannya korban tewas di dasar jurang jalan terputus dimaksud pada Sabtu kemarin.

Baca ini juga :  Judi Tembak Ikan & Jakpot Digrebek, 7 Pria dan 1 Wanita Diamankan

Diberitakan, Jumat 12 Agustus 2022 sekira pukul 22.30 Wib, sepasang kekasih, Saiful Bahri warga Jalan Irian Kelurahan Pekan Tanjung Morawa kecamatan Tanjung Morawa dan Nurhaliza warga Desa Tumpatan Nibung kecamatan Batang Kuis ditemukan tewas di dasar jurang di lokasi jalan terputus di Desa Lau Rakit.

Diketahui, kedua korban tewas saat sepeda motor yang ditunggangi korban terjun bebas ke dasar jurang sedalam 50 meter disana.

Penemuan mayat korban mula pertama diketahui warga yang melihat ada cahaya dari dalam jurang dan diberitahukan kepada warga lainnya.

Atas kecurigaan itu, warga memberitahukan kepada warga lainnya dan selanjutnya beramai – ramai menelusuri jurang asal muasal cahaya.

Setelah ditelusuri, ternyata cahaya dimaksud tersebut berasal dari lampu sepeda motor yang yang terperosok ke dalam jurang dan disampingnya terdapat dua orang korban yang sudah tak bernyawa dengan kondisi telentang.

Selanjutnya, temuan tersebut disampaikan ke pihak pemerintah desa dan diteruskan ke pihak Polsek Talun Kenas jajaran Polresta Deliserdang Poldasu.

Tak berselang lama, personil Polsek Talun kenas dan Koramil 20/ TK jajaran Kodim 0204 Deliserdang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengevakuasi jasad korban dan selanjutnya membawa kedua jasad korban ke Puskesmas Talun kenas.

Kapolsek Talun Kenas, AKP Hendra Nata Sastra Tambunan SE MM membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban sudah dievakuasi dari dalam jurang dan dibawa ke Puskemas Talun Kenas. Disebutkan, kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Selain korban, di TKP ditemukan satu unit sepeda motor merk Nex II No Pol BK 6916 AIQ warna les hitam dan sebuah tas sandang berwarna hitam yang berisikan kartu pengenal petugas parkir atas nama Saiful Bahri.

Baca ini juga :  Polsek Kotarih Amankan Seorang Pria Terduga Pengedar Sabu, Sita BB 10 paket Sabu

Kepala Puskemas Talun Kenas dr Herlina Sembiring M.Kes menyebut jenazah kedua korban sudah dijemput pihak keluarga.

Sayangnya, tak banyak didapat keterangan mendetail apa, bagaimana, darimana serta datang dari arah mana dan mau kemana sebelum kedua korban ditemukan tewas.

Sejumlah warga atas kejadian menimpa korban. Sejumlah pendapat pun terendus. Ada yang menduga korban kurang hati – hati dan tak hapal situasi dan kondisi jalan disana. Dan teramat disayangkan lagi, disana terdapat jalan alternatif jika hendak datang atau keluar dari Desa Lau Rakit – Desa Penen.(dil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here