Kabid Bina Marga Kota Batam Ingin Oknum Kontraktor Gunakan Kayu Ilegal Loging Untuk Proyek Pemko di Tangkap

0
72
Kabid Bina Marga
Plank Proyek lanjutan pengerjaan jalan tahun 2022 dari Simpang Kuda -Simpang Bengkong Bengkel.

KEPRI I media24jam.com –  Kabid (Kepala Bidang) Bina Marga Kota Batam, Dohar M.H, ST.MT, menginginkan agar oknum kontraktor pengguna kayu illegal loging pada proyek Pemko Batam di tangkap.

Hal itu di tegaskan, Dohar, saat di konfirmasi media24jam.com melalui sambungan telephone pada Jumat (12/8/2022). Dia memberi tanggapan setelah mendapat informasi dari media ini terkait proyek pemko Batam menggunakan kayu dari hasil kejahatan illegal loging di hutan lindung Tanjung Piayu Kota Batam-Provinsi Kepri.

Seperti yang di beritakan pada media ini. Baca Juga: Kontraktor “Pemko Batam” Kerjakan Proyek Gunakan Kayu Hasil Ilegal Loging Hutan Lindung Tanjung Piayu. Proyek pemko Batam yang menggunakan kayu hasil illegal loging tersebut berada di sepanjang jalan antara Bengkong Seken hingga lampu merah Bengkong Harapan.

Proyek ini merupakan lanjutan pekerjaan yang di laksanakan sejak tahun 2021 lalu. Sesuai plank proyek pada tahun 2022 ini, APBD kota Batam menggelontorkan dana sebesar Rp14.713.452.164.00, untuk lanjutan peningkatan jalan Simpang Kuda – Simpang Bnegkong Seken. Pelaksana proyek dilakukan oleh PT Medani Tractorindo Perkasa. Waktu pelaksanaan adalah 210 hari kalender dengan tanggal kontrak pada 6 April 2022.

Baca Juga: Batam: Kota Paling Bebas Perjudian, Mulai Kasino, Game Online, Gelper dan Togel, LEGAL ?

Terkait kayu hasil kejahatan illegal loging itu, salah seorang sumber pekerja di lokasi proyrk saat di konfirmasi media24jam.com mengatakan, kayu-kayu bulat berdiameter 5 inci ini di dapat dari hutan lindung Piayu. “Kayu ini nantinya di pakai untuk menopang gorong-gorong,” ujar seorang pekerja.

Pekerja itu juga mengatakan, kayu-kayu ini berasal dari hutan lindung Tanjungpiayu. Namun bukan kontraktor yang melakukan penebangan. Kontraktor hanya membeli dari agen yang ada di sana.

Baca ini juga :  Kepedulian Satgas TMMD Kodim 0308/Prm Kepada Masyarakat Terhadap Penyebaran Virus Covid -19
Kabid Bina Marga
Wujud kayu Ilegal loging perambahan hutan lindung Tanjung Paiayu yang di gunakan untuk proyek pemko Batam.

Pantauan media24jam.com pada Selasa (9/8/2022), terlihat gelondongan kayu hutan berbagai jenis dengan berukuran diameter 4 sampai 5 Inci. Batangan kayu hutan yang di lindungi itu bertumpuk di pinggir jalan. Moment tersebut telah di abadikan oleh media ini. Kayu hutan tersebut tampak masih muda, namun sayangnya telah di rambah dari hutan lindung Tanjung Piayu.

Dalam Undang-undang No.18 tahun 2013 sangat jelas memberi ancaman hukuman kepada para pelaku illegal loging. Disebutkan, bagi pelaku perusak hutang lindung terancaman hukuman pidana penjara maksimum 15 tahun penjara, dan denda Rp100 miliar.

Baca Juga: Dinas Binamarga Pemko Batam Harus Tindak Tegas Kontraktor Pengguna Kayu Hasil Ilegal Loging Untuk Proyek Pemko Batam

Kasus ini mendapat perhatian dari aktivis Sehati Peduli Rakyat (SERAT) kota Batam, Iwan. Menurutnya, pemerintah harus melakukan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek yang sedang di laksakan, sehingga tidak terjadi adanya pelanggaran hukum terhadap proyek yang di adakan.

“Departemen kehutanan harus turun tangan untuk mengusut kasus ini. Tangkap dan proses hukum para perambah hutan lindung di Tanjungpiayu. Usut tuntas kasus ini. Dan periksa oknum kontraktor yang memakai kayu illegal loging tersebut. Jika terbukti bersalah harus di proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Iwan. (Handreasseru)

Artikel Lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here