Kapal Tanker Meledak Korban Tewas Sudah 7 Orang

0
424
Mayat korban di RS Bayangkara

MEDAN, (media 24jam.com) – Jumlah korban meninggal dalam peristiwa kebakaran kapal tanker MT Jagleela di Galangan milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard di Belawan, kembali bertambah. Tercatat, saat ini korban tewas dalam peristiwa tersebut telah menjadi tujuh orang.

“Kita dapat laporan terbaru siang ini, bahwa korban meninggal telah bertambah menjadi tujuh orang di Rumah Sakit Bhayangkara,” ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa (12/5/2020).

Dia menjelaskan, hingga siang, sudah ada enam keluarga yang mendatangi pihak kepolisian untuk membuat laporan. Namun, sebut dia, pihak kepolisian masih mengumpulkan data-data dari pihak keluarga untuk mengidentifikasi korban meninggal, karena sebagian besarnya jenazah dalam kondisi yang sudah gosong.

“Kita masih mengumpulkan data-data untuk mengidentifikasi jasad korban. Karena dari tujuh korban, enam belum dapat dikenali karena kondisinya hangus,” jelasnya.

MP Nainggolan menerangkan, sampai hari ini pihak Rumah Sakit Bhayangkara masih melakukan penyelidikan terhadap seluruh jenazah korban kebakaran kapal tenker itu. Penyelidikan dilakukan dengan cara pemeriksaan post mortem dan ante mortem.

“Post mortem merupakan data yang ditemukan dari jenazah. Sedangkan ante mortem adalah data semasa almarhum hidup yang diberikan dari keluarga korban, teman ataupun dokter berupa gigi, DNA dan rambut,” ucapnya.

Sementara itu, MP Nainggolan menyebutkan, kalau untuk 22 korban luka-luka akibat kebakaran itu dirawat di rumah sakit di Kawasan Belawan. Di RS Bhayangkara, sambung dia, petugas hanya menangani korban yang meninggal saja, karena ada tim forensik.
“Untuk penyebab kebakaran saat ini masih dilakukan lidik,”pungkasnya.

Terpisah, Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan, AKBP Zulhairi mengatakan, para korban yang ada di RS ini adalah yang dievakuasi sejak Senin hingga Selasa pagi ini.

Untuk itu, RS Bhayangkara, kata dia, saat ini juga telah mendirikan posko post mortem dan ante mortem, di mana posko post mortem adalah instalasi forensik, sedangkan ante mortem adalah instalasi untuk identifikasi korban.

“Sehingga apabila dalam keadaan utuh jasad korban akan lebih mudah dikenali. Tapi kalau yang sudah tidak utuh maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama,” tandasnya.
Seperti diketahui, Kapal tengker MT Jagleela di Galangan milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan ini terbakar pada, Senin (11/5/2020). Akibat peristiwa ini, sejumlah pekerja kapal mengalami luka-luka bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here