BELAWAN (Media24jam.com) – Guna memberi dukungan dan solidaritas atas tewasnya Marasalim Harahap wartawan Siantar – Simalungun yang ditembak oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat hendak pulang kerumahnya pada, Jumat (18/6) lalu.
Puluhan jurnalis yang bertugas di Medan Utara menggelar aksi solidaritas di Jalan Pelabuhan Raya, Rabu (23/6).

Dalam aksi solidaritas yang digelar berbagai perwakilan elemen wartawan ini, selain menyampaikan orasi juga membawa sejumlah poster tulisan mengecam aksi pembunuhan terhadap wartawan.
Aksi damai yang digelar tersebut, menyampaikan sejumlah tuntutan berupa.
- 1. Mengutuk keras terhadap aksi kekerasan penembakan yang dialami Marasalim Harahap, dimana aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa itu merupakan tindakan yang tidak berprikemanusiaan dan melawan hukum.
- 2. Mendesak Polisi Republik Indonesia khususnya Polda Sumatera Utara untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan membawa pelaku serta yang terlibat ke meja hijau, hukum haru ditegakkan tanpa terkecuali.
- 3. Meminta Kapolda Sumatera Utara bersikap teransparan dalam perkara pembunuhan rekan ka Marasalim Harahap, agar tidak terjadi simpang siur informasi.
- 4. Mendukung pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku tindak kekerasan terhadap rek kami Marasalim Harahap.
- 5. Meminta pihak Kepolisian Sumatera Utara khususnya Polres Pelabuhan Belawan meningkatkan rasa nyaman dan aman terhadap wartawan Medan Utara dalam menjalankan tugasnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

- “Saat ini, para pekerja pers di Sumatera Utara telah terancam dengan ulah orang yang sengaja ingin membungkam wartawan dengan kekerasan. Kita mendesak Kapolres Simalungun dan Kapoldasu untuk segera menangkap pelaku yang telah menembak mati rekan kita Mara Salim Harahap,” teriak Ketua Tim Jurnalis Medan Utara Fachril Syahputra.
Orasi lainnya yang disampaikan Paly Simangunsong dari Wartawan Maritim, dalam pernyataan sikapnya mengutuk keras aksi kekerasan penembakan yang dialami Mara Salim Harahap, dimana aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa itu merupakan tindakan yang tidak berprikemanusiaan dan melawan hukum.
- “Mendesak Polisi Republik Indonesia khususnya Polda Sumatera Utara untuk segera mengusu tuntas kasus tersebut dan membawa pelaku serta yang terlibat ke meja hijau, hukum harus ditegakkan tanpa terkecuali,” tegas Paly.
Transparan
Selain itu, tambah Paly, meminta Kapolda Sumatera Utara bersikap transparan dalam mengusut kasus ini serta meminta pihak Kepolisian Sumatera Utara khususnya Polres Pelabuhan Belawan meningkatkan rasa nyaman dan aman terhadap wartawan Medan Utara dalam menjalankan tugasnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Setelah menyampaikan aksi tersebut, para jurnalis di Medan Utara menyanyikan lagu Padamu Negeri serta mengumpulkan kartu Pers sebagai bentuk rasa duka atas tewasnya Mara Salim Harahap. Kemudian, aksi itu ditutup dengan doa bersama dan membubarkan diri secara tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Hen)





