Kepala Dihantam ke Tembok Dada Diinjak Hingga Tewas

0
5580
Pelaku Ayah tiri

MEDAN, (media24jam.com) – SETELAH berhasil menangkap Rahmadsyah, terungkap jika kedua korban Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5) dibunuh di rumah kontrakan mereka di Jalan Brigjen Katamso, Gang Global Prima, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Kedua korban meregang nyawa setelah dianiaya dengan membenturkan kepala keduanya ke dinding tembok.
Setelah tidak berdaya, kedua korban dibaringkan, lalu bagian dadanya diinjak-injak tersangka hingga remuk dan meregang nyawa. Kemudian, jasad korban dibuang ke parit sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso.

“Iya, habis dijedotin (diantukkan ), terus diinjak-injak. Korban dibunuh di rumah kontrakan mereka,” ungkap Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu Ainul Yaqin.

Ditanya soal hasil tes urine tersangka, Yaqin menyebut negatif. Yaqin juga memastikan pembunuhan itu dilakukan tersangka secara spontan.
Lanjut Yaqin, Tim gabungan Tekab Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Tekab Polsek Medan Kota, berhasil meringkus tersangka di Jalan Satria Deli Tua, pada Minggu (21/6/2020) sekira jam 18.25 Wib.

Team berhasil mengamankan tersangka tanpa ada perlawanan yang sedang bersembunyi di dalam rumah kosong yang tidak jauh dari kontrakan tempat tinggal tersangka.

“Tersangka mengakui semua perbuatanya dan membunuh kedua anaknya sendiri dengan tangan kosong tersangka dengan cara membenturkan ke dinding beberapa kali dan membuangnya ke dalam parit dan tempat sampah dalam sekolah global prima jln brigjen katamso . Atas kejadian tsb tersangka beserta barang bukti dibyong menuju mako Polsek Medan Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sebut Yaqin.

Sebelumnya, dua bocah kakak beradik, , ditemukan tewas mengenaskan di parit dan belakang sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso, Minggu (21/6/2020).

Tersangka tega menghabisi kedua korban setelah tidak bersedia membelikan es krim yang diminta. Tersangka semakin sakit hati, ketika kedua korban berujar, akan meminta ibu mereka Fahtulazanah (30) menikah dengan orang lain.

Kematian kedua korban diketahui Fahtulazanah setelah dikirim SMS oleh tersangka. Fatulzanah yang bekerja di rumah makan langsung pulang dan mendapati kedua anaknya telah tewas. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here