Batu Bara, Media24Jam – Jiwa sosial yang tinggi memang dimiliki oleh Ketua DPC Pejuang Bravo Lima Batu Bara Vicktor Oktopianus S, SH. Pasalnya beliau merupakan sosok yang gemar sekali membantu antar sesama manusia.
Selain peduli terhadap anggota-anggotanya, ternyata beliau juga peduli terhadap orang yang kesusahan meskipun tidak dikenalinya.
Terlihat pada Senin (15/8/2022), saat Vicktor sedang duduk-duduk dikantor DPC Pejuang Bravo Lima Batu Bara, Vicktor didatangi oleh pria yang mengaku sebagai kuli bangunan dengan gerak gerik yang sedang kebingungan dengan raut wajah yang sedih.
“Simpang beo apa masih jauh bang,” tanya pria gempal itu kepada Vicktor.
Vicktor pun langsung melakukan pendekatan dan berusaha mencari tahu apa permasalahan yang dialami pria itu.
Pria yang mengaku sebagai kuli bangunan itu ternyata bernama Sudarsono warga Jl. Danau Poso Lk. VII, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai
Beliau mengaku kebingungan pasalnya dia tertipu oleh pemborongnya sehingga gajinya belum diberikan dan dia tidak memiliki uang untuk kembali ke rumahnya.
“Sebulan dapat kerja bangunan di Perdagangan bang, jadi pemborongnya lari dan gaji tak dikasih. HP saya jual buat makan waktu menunggu pemborongnya. Jadi mau pulang bingung udah gak ada pegang duit sama sekali. Terpaksalah tadi dari perdagangan numpang-numpang motor ini bang dan kebetulan diturunkan di Indrapura. Jadi ini mau cari tumpangan lagi biar sampai Binjai,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Melihat air mata yang sudah hampir tumpah membasahi pipi tersebut pun, Vicktor tak kuasa dan langsung memberikan sejumlah uangnya kepada pria itu.
Pria tersebut pun langsung memeluk Vicktor sembari mengucapkan penuh terimakasih.
“Kalau laki-laki sudah menangis itu pasti tulus. Saya merasakan kepedihan yang dialaminya. Jadi langsung saya berikan uang untuk sekedar membantunya berkumpul dengan keluarga,” ujar Vicktor.
Lebih lanjut Vicktor juga menceritakan kejadian yang serupa.
“Sekitar tiga bulan yang lalu juga ada 4 orang anak-anak remaja dengan gaya Punk mengemis di depan Kantor sini dan mengaku penduduk Pekan Baru. Kemudian saya lakukan pendekatan dan saya berikan nasehat agar pulang ke rumah orang tuanya masing-masing serta sekolah kembali. Namun mereka berkilah tak ada ongkos pulang. Saya tekankan apabila mereka mau pulang saya akan biayai ongkos pulang dan makan mereka. Para remaja itu pun berjanji sunguh-sungguh mau pulang makanya saya mau ongkosi.
Saya pun berikan uang makan di jalan dan saya naikkan ke Bus ALS disaksikan Buser penjaga puskesmas sama warga sekitar, serta ongkosnya saya bayarkan ke pihak kernet Bus karena khawatir diberi ongkos tapi tak pulang alias cuma alasan aja,” jelas Vicktor kepada Wartawan. (Dwi)




