MADINA (Media24jam.com) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sumut, Rahmad Syukur Sk mengecam keras atas dugaan kekerasan yang dialami salah seorang wartawan sebuah media online bernama Jefry Barata yang bertugas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa waktu yang lalu.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sumut, Rahmad Syukur Sk mengatakan dengan tegas ia mendesak pihak kepolisian terutama Polres Madina dan Polda Sumut untuk segera menangkap diduga pelaku penganiayaan tersebut. Ia juga menyatakan hal ini terjadi bukan kali ini saja kejadian diskriminatif terhadap Profesi Jurnalis, sudah cukup berulang kali wartawan diintimidasi.
“Kita minta kepada Polres Madina dan Polda Sumut agar mengatasi kasus tersebut dan diduga pelaku yang terekam di CCTV segera ditangkap serta dalang di balik kejadian tersebut,” katanya.
“Kami adalah mata telinga publik NKRI jangan kami di intimidasi, dan hentikan diskriminatif tentang kami, apakah salah kami dan kami mengikuti aturan UU Pers No 40 Tahun 1999,” imbuhnya.
Sambung Rahmad Syukur menjelaskan saat melihat rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat perbuatan diduga pelaku dengan kejam dan kejinya melakukan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.
“Ini sebuah tindakan yang tidak bisa di maafin diduga dilakukan oleh oknum ormas yang sanggup menganiaya oknum wartawan terkait berita tambang emas yang diduga mereka lindungi dan diduga mendapat kan upeti dari Boss tersebut,” Jelas Syukur satu ditemui awak media di Jalan Rawa II Gg Sedar Kel.Tsm III Kec.Medan Denai. (05/03/2022).
“Terlepas dari masalah apapun. Ini sangat sadis. Apalagi jika penganiayaan terhadap rekan seprofesi kami terkait pemberitaan mengenai dugaan tambang emas ilegal, ini jelas membuat semakin dunia jurnalistik semakin geram. Inilah ancaman nyata terhadap dunia pers di tanah air,” tambahnya.
DDPW SWI Sumut juga mendesak Komnas HAM dan LPSK turun ke Madina untuk melakukan investigasi atas kasus yang nilai sebagai Extra Ordinary Crime.
Informasi yang dihimpun diketahui, seorang wartawan di Madina kembali menjadi korban tindak kekerasan. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas bernama Jeffry Barata Lubis,wartawan dari salah satu media online.
Dimana terlihat korban dipukuli oleh sejumlah orang yang diduga salah satu Ormas di Madina. Peristiwa ini terjadi di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga Madina. Penganiayaan tersebut terjadi lantaran oknum wartawan tersebut diduga membuat pemberitaan yang diduga menyudutkan salah satu Ketua OKP di Kabupaten Madina.
Korban bernama Jeffry mengaku ia diminta oleh salah satu ketua OKP di Madina untuk menemui orang suruhannya, dimana ia sendiri tak paham apa maksud dan tujuannya dilakukan pertemuan itu. (SWI)




