Lagi, Lapak Bekas Galian C di Deli Serdang Kembali Telan Korban

0
52

DELI SERDANG | Media24jam.com –Lapak bekas lokasi galian C kembali menelan korban. Kali ini, di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis. Seorang pemuda bernama Ibnu Kholid (23) ditemukan tewas tenggelam di kolam bekas galian tersebut, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban diketahui merupakan warga Dusun III Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, yang juga berdomisili di Dusun X Gang Wijaya Kesuma Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Peristiwa tragis itu bermula ketika korban bersama adik kandungnya serta dua orang rekannya mendatangi lokasi bekas galian C itu. Setibanya di lokasi, mereka langsung turun ke kolam yang terbentuk dari bekas pengerukan tanah tersebut.

Korban sempat mengajak adiknya dan dua rekannya untuk mandi sekaligus mencari ikan. Setelah beberapa saat berada di pinggir kolam, korban kemudian berjalan menuju bagian tengah kolam yang diduga memiliki kedalaman cukup dalam.

Salah seorang rekannya, Diki, sempat memperingatkan korban agar tidak terus ke tengah karena kedalaman kolam tidak diketahui. Namun peringatan itu tidak diindahkan.

Tak lama kemudian korban tidak lagi terlihat di permukaan air dan diduga tenggelam. Adik korban bersama dua rekannya segera keluar dari kolam dan meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang mendapat kabar langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Petugas dari Polsek Batang Kuis yang berada di bawah jajaran Polresta Deli Serdang juga turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

Sekitar pukul 12.15 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Batang Kuis sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Kapolsek Batang Kuis, Salija, didampingi Kanit Reskrim Tabiul Hidayat, membenarkan kejadian tersebut.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan,” ujarnya kepada wartawan.

Disisi lain, di balik peristiwa tersebut muncul kritik keras dari masyarakat. Pasalnya, lubang-lubang bekas galian C yang berubah menjadi kolam terus dibiarkan terbuka tanpa pengamanan dan tanpa tanggung jawab yang jelas.

Di sejumlah wilayah Deli Serdang, bekas aktivitas galian C kerap ditinggalkan begitu saja setelah pengerukan selesai. Lubang besar yang terisi air hujan berubah menjadi kolam dalam tanpa pagar pengaman, tanpa papan peringatan, bahkan tanpa upaya reklamasi.

Ironisnya, tempat-tempat berbahaya ini justru sering dimanfaatkan warga, terutama anak-anak dan remaja, untuk mandi atau memancing ikan karena tidak adanya fasilitas alternatif di lingkungan mereka.

Yang menjadi pertanyaan publik adalah: siapa yang sebenarnya bertanggung jawab.
Apakah para pengusaha galian yang selama ini meraup keuntungan dari pengerukan tanah. Ataukah pemerintah daerah yang memiliki kewenangan pengawasan namun seolah menutup mata.

Tragedi demi tragedi terus terjadi, namun langkah tegas untuk menertibkan atau menutup lubang-lubang bekas galian tersebut nyaris tak pernah terlihat. Setiap kali korban jatuh, peristiwa selalu berakhir dengan satu kalimat yang sama yakni, “dianggap musibah.”

Padahal, jika lokasi berbahaya itu sejak awal ditertibkan, direklamasi, atau setidaknya diberi pengamanan yang layak, bukan tidak mungkin korban jiwa bisa dicegah.

Sekadar mengingatkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah Deli Serdang. Teranyar, seorang bocah juga menjadi korban tenggelam di bekas lapak galian C yang berada di Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa.

Fakta bahwa korban terus berjatuhan di lokasi yang sama jenisnya seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat terkait.

Jika lubang-lubang bekas galian C itu terus dibiarkan menganga tanpa pengawasan, maka bukan tidak mungkin tempat-tempat tersebut akan terus berubah menjadi “jebakan maut” yang menunggu korban berikutnya. Dan ketika nyawa kembali melayang, publik tentu akan kembali bertanya, “iapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here