Lapor ke Polsek Sekupang, Kepala Wanita Ini Robek Dipukul Pakai Mangkok Keramik

0
1756

KEPRI, (media24jam.com) – Selain kepalanya pusing, wanita ini juga menahan rasa perih dikepala ketika memasuki rumah sakit Awal Bross kota Batam. Wanita bernama lengkap, Nurcahaya Purba, inipun mendapat penanganan serius dari tim medis dan dokter rumah sakit. Dahinya robek sehingga harus mendapat lima kali jahitan.

Peristiwa ini terjadi pada senin, (10/6/2019) yang lalu. Nurcahaya, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang wanita bernama, Marose. Kepala korban dipukul pakai mangkok keramik warna putih sehingga kepalanya robek dan mengucurkan darah segar.

Usai mendapat perawatan tim medis dan dokter, korban lalu ditemani pihak keluarga untuk melaporkan peristiwa penganiayaan ini ke Polsek Sekupang kota Batam.

Laporan korban tertanggal 10 Juni 2019 diterima pukul 12 siang. Laporan bernomor: STPL /221/VI/2019/KEPRI/BRL/SKP, berisi penjelasan korban. Disebutkan, korban mengaku dipukul dengan mangkok. Aksi penganiayaan ini terjadi tepat di depan rumah pelaku, sekitar pukul enam subuh. Kejadian ini dipicu oleh adanya kecurigaan soal asmara terlarang antara suami korban dan anak gadis pelaku. Akhirnya perkara inipun ditangani pihak Polsek Sekupang.

Sumber media24jam.com mengungkap, seiring berjalannya waktu, hampir memasuki waktu 60 hari perkara hukum ini tidak menemui titik terang. Pihak keluarga korban menilai penyelesaian hukum kasus penganiayaan tersebut sangat berlarut-larut.

Untuk menuntut keadilan, pihak keluarga korban akhirnya mendatangi Polsek Sekupang, Senin (5/8/2019). Kedatangan keluarga besar korban ini sedianya untuk mempertanyakan kepastian hukum atas penanganan perkara penganiayaan ini. Mereka juga mempertanyakan mengapa pelaku penganiayaan itu hingga kini tidak ditahan oleh pihak Polsek Sekupang kota Batam.

“Aksi pelaku penganiayaan ini termasuk perbuatan kriminal, dimana akibat perbuatan pelaku menimbulkan korban luka serius di kepala,” tutup sumber yang masih keluarga korban. (handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here