GUNUNGSITOLI (Media24jam.com) -Terhitung Juni sampai Juli 2021, setidaknya 19 orang warga Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19.
Meski ke 19 orang warga tersebut mendapat perawatan intensif di RSUD dr. M.Thomsen Nias, namun mereka menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan secara protokol kesehatan.
Dari informasi dikumpulkan media24jam.com, jumlah itu jauh meningkat dibanding awal Maret 2020 sampai akhir Mei 2021. Dimana terhitung, hanya ada 18 orang warga meninggal dunia.
Kepada wartawan, Jumat (30/7/2021), Sekretaris Dinas Sosial Kota Gunungsitoli, David Mathias Hulu S.Sos, M.Si membenarkan hal tersebut.
Menurut dia, sejak Juni hingga Juli pihaknya telah memakamkan 19 jenazah warga Kota Gunungsitoli yang terpapar Covid-19.
“Berdasarkan catatan kami, ini angka kematian terbesar di Kota Gunungsitoli dibandingkan dengan tahun 2020 lalu,” ujar David.
David mengungkapan, bahwa jenazah yang dimakamkan secara protokoler kesehatan tersebut didominasi warga berusia lanjut.
“Kami berharap, masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan. Saya harus mengakui, jika kondisi saat ini mengkhawatirkan,” kata David.
David berharap, ada sukarelawan atau instansi terkait yang bisa membantu pihaknya melaksanakan pemakaman terhadap jenazah Covid-19.
“Tim berjumlah delapan orang, sementara saat ini ada satu sampai tiga jenazah yang harus dimakamkan dalam sehari. Kami mulai lelah,” pungkas David. (Yos)




