OJK Catat Kinerja Positif Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon

0
79

JAKARTA, Media24jam — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang solid, seiring terjaganya stabilitas perekonomian nasional dan membaiknya sentimen pasar keuangan global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir tahun 2025 di level 8.646,94 atau menguat 1,62 persen secara bulanan dan melonjak 22,13 persen secara tahunan. Sepanjang tahun, IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak 24 kali, dengan puncak level di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025. Kapitalisasi pasar saham juga mencapai titik tertinggi sebesar Rp16.005 triliun pada periode yang sama.

Meski IHSG mencatat kinerja impresif, indeks unggulan lainnya menunjukkan pergerakan yang lebih moderat. Indeks LQ45 tumbuh 2,41 persen secara tahunan, sementara IDX80 meningkat 10,07 persen yoy.

Likuiditas transaksi saham juga mencetak rekor baru. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Desember 2025 mencapai Rp27,19 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. Sejak Agustus 2025, RNTH bulanan konsisten berada di atas Rp20 triliun. Sepanjang 2025, RNTH tercatat Rp18,07 triliun, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp12,85 triliun.

Peningkatan aktivitas pasar turut didorong oleh peran investor ritel domestik yang semakin dominan. Porsi transaksi investor ritel naik signifikan dari 38 persen pada 2024 menjadi 50 persen pada 2025. Di sisi lain, investor asing pada Desember 2025 mencatatkan pembelian bersih saham senilai Rp12,24 triliun, meskipun secara akumulatif sepanjang tahun masih membukukan penjualan bersih sebesar Rp17,34 triliun.

Pasar obligasi turut menunjukkan tren positif. Indeks obligasi Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 1,08 persen secara bulanan pada Desember 2025 dan naik 12,27 persen secara tahunan. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat menurun baik secara bulanan maupun tahunan. Investor nonresiden di pasar SBN mencatatkan arus masuk dengan pembelian bersih Rp6,49 triliun pada Desember 2025.

Di pasar obligasi korporasi, investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp0,21 triliun secara bulanan, meskipun secara tahunan masih mencatatkan penjualan bersih.

Pada industri pengelolaan investasi, total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) mencapai Rp1.033,81 triliun per akhir Desember 2025 atau tumbuh 23,46 persen secara tahunan. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga meningkat signifikan menjadi Rp675,32 triliun, didukung arus dana masuk investor yang kuat sepanjang tahun.

Jumlah investor pasar modal terus bertambah. Sepanjang Desember 2025, tercatat penambahan 694 ribu investor baru. Secara tahunan, total investor pasar modal meningkat menjadi 20,36 juta atau tumbuh hampir 37 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, kinerja korporasi di pasar modal melampaui target. Sepanjang 2025, total nilai penawaran umum mencapai Rp274,80 triliun, termasuk kontribusi 20 emiten baru. Sementara itu, pada pipeline terdapat 29 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp22,28 triliun.

Penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) juga menunjukkan perkembangan. Hingga Desember 2025, tercatat 978 penerbitan efek dengan total dana terhimpun Rp1,82 triliun dari hampir 192 ribu pemodal.

Di pasar derivatif keuangan, OJK telah memberikan persetujuan prinsip kepada 113 pihak hingga akhir 2025. Volume transaksi derivatif sepanjang Desember 2025 tercatat 61.613 lot, dengan total transaksi tahunan mencapai lebih dari satu juta lot.

Sementara itu, Bursa Karbon Indonesia terus berkembang sejak diluncurkan pada September 2023. Hingga 30 Desember 2025, tercatat 150 pengguna jasa terdaftar dengan total volume transaksi mencapai 1,81 juta tCO2e dan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp87 miliar.

Dalam rangka penegakan ketentuan, OJK sepanjang 2025 telah menjatuhkan berbagai sanksi administratif di sektor pasar modal, derivatif keuangan, dan bursa karbon, baik berupa denda, peringatan tertulis, hingga pencabutan izin, dengan nilai denda mencapai ratusan miliar rupiah.
(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here